Minggu, 28 Mei 2017

Review Buku: From Zero to Zero

"Betapa hina diri ini kurasakan ketika menerima bantuan dari para tetangga dan sanak saudara. Aku bertekad. inilah titik nol dalam kehidupanku dan aku akan melangkah maju."

Houtman Arifin berusia 18 tahun saat itu. Ayahnya dipanggil Yang Maha Kuasa dan meninggalkan utang saat dia baru saja mendapatkan pekerjaan di Citibank sebagai pegawai klerikal. Dengan tekad memperbaiki nasib, dia menolak suratan takdir bahwa pegawai strata terbawah akan menerima dana pensiun sebagai strata terbawah pula. Berbekal ijazah sekolah menangah dan nol pengalaman. Houtman bertekad mempelajari segala seluk beluk tempatnya bekerja, dunia perbankan.


***

Baca juga: Review Buku: The Arcitecture of Love



Judul Buku: From Zero to Zero
Penulis: Houtman Z. Arifin
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 221
No.ISBN: 9786029498844
Genre: Memoar


Kesan Pertama


Buku memoar pertama yang gue koleksi di rak buku. Awalnya enggak ada niatan buat beli buku ini. Waktu itu beli buku via online book store, jadi buku yang gue inginkan waktu itu stoknya lagi kosong, lalu mau enggak mau harus diganti dengan buku yang lain, lalu gue cari-cari dulu deh buku penggantinya. Akhirnya gue terhenti di buku ini, setelah baca sinopsisnya, kayaknya buku yang bagus, perjuangan seorang pemuda di dunia perbankan.

From Zero to Zero, umm maksudnya? Let's see.


Bagian dalam buku: Singkat cerita



Perjuangan dari zero dilakukan oleh Houtman ketika berusia 18 tahun, berbekal ijazah SMA, ia memulai petualangannya. Houtman pernah menjadi pegawai asongan karena dialah yang menjadi tulang punggung keluarga karena ada permasalahan ekonomi di keluarga Houtman. Houtman pun gigih bekerja sebagai pedagang asongan.

Berkat kegigihan Houtman walau menjadi pedagang asongan, ia begitu bersemangat menjalani hari-harinya. Perlahan tapi pasti Houtman mulai beranjak dari pedagang asongan hingga bisa menjadi pegawai klerikal di sebuah bank asing terkenal di Jakarta.

Mulai dari pegawai klerikal inilah Houtman belajar segalanya, belajar hingga dirinya mencapai puncak, lalu atas keputusannya, ia kembali zero.



Pendapat gue tentang buku ini: 

Buat lo yang sekarang bisa dikatakan anak muda, yang sedang mencari jati diri, atau siapapun deh yang pengen tau jika kerja keras dan kegigihan itu akan dibayar lunas nantinya dengan kesuksesan yang gemilang. Namun tentunya dibalik kesuksesan itu didahului oleh perjuangan yang melelahkan tanpa henti, tidak berhenti belajar, dan paham dengan kondisi di sekitar. Gue yakin sekali kalo seorang Houtman Z. Arifin adalah orang yang kepoan dengan hal yang bermanfaat, tidak cepet puas, pengen tau hal-hal baru yang sebelumnya tidak ia ketahui. Bayangin aja yang dulunya enggak tau tentang dunia perbankan, dengan ke kepoannya itu Houtman berhasil menjadi pejabat tinggi di Citibank wilayah Asia Pasifik. Well played, Mr. Houtman.



Sayang sang penulis, Houtman sudah meninggal dunia Desember 2012 lalu. Sebuah buku yang mengguggah persepsi gue tentang kerja keras, bahwa kerja keras itu poin utamanya. Gue jadi tergugah untuk tak berhenti belajar, mengetahui hal-hal yang bahkan enggak gue suka, namun tidak ada salahnya untuk mempelajarinya. Anak muda harus meniru habit yang satu ini, Super

Dan satu hal yang menarik di buku ini yaitu keputusan terberatnya dalam penjajakan karier di Citibank, namun satu hal yang pasti, tentang keluarga.


"Generasi muda harus baca buku ini, referensi penting dalam mencapai keberhasilan profesi dan keluarga." -Zainulbahar Noor. Mantan Dubes RI di Yordania
Share:

16 komentar:

  1. Keren nih buku.. Wajib dibaca buat anak-anak muda sebagai penyemangat hidup mereka, biar nhak menyerah begitu aja.. ☺
    Innalillahi semoga penulisnya tenang di alam sana..
    Semangat buat kamu.. Jangan pernah berhenti untuk mempelajari hal baru..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Houtman bener-bener mengajarkan kita bahwa kalo ingin sukses, berjuang keras lah.

      Hapus
  2. keknya recomended banget nih bukunya, gue yang kayak gini aja masih belum tau makna sebenarnya tentang kerja keras. Ya walopun udah beberapa kali orang tua selalu kasih nasehat tentang itu.

    Jadi penasaran sama bukunya nih, hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dibeli di tokbuk dari terdekat, silahkaan. Dulunya sih gasengaja beli buku ini hehe

      Hapus
    2. Ga sengaja aja dapet buku keren gini hahaha.. tar deh fif kalo lagi sempet mampir tokbuk. Hehehe.

      Hapus
  3. Hai Afif!! Gue juga suka sama buku buku motivational macam begini ini karena kita nggak cuman baca dan udah, tapi juga kita bisa mendapatkan suatu pencerahan dari sana. Luarrrrr byasaaahhh!!! Kyaknya gue harus baca buku ini nih walo gue nggak begitu into juga sama dunia perbankan tapi keuletan dan kerja kerasnya perlu dicontoh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak meykee! Harus dibanyakin baca buku kek gini nih biar nambah motipasi
      :D

      Hapus
  4. Aku sering banget denger judul buku ini.
    aku juga dulu pernah baca tapi cover sampunya bukan kayak gitu.
    apa ini edisi terbaru ya ?

    danhey, judul blog yang kamu tulis typo atau emang sengaja di bolak balik ? wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dari cover bukunya sih berjudul From Zero to Zero mas, tapi kalau di judul artikel ini From Hero to Zero. hmmmmmb

      Mungkin kita sama-sama tunggu jawaban dari mas Afif sendiri biar gak penasaran ya hehee.

      Hapus
    2. Hahaha bang leon, emang itu judulnya salah, gak merhatiin pas mosting wkwkw. Udah diperbarui lagi. Thanks udah ngingetin yakk

      Hapus
  5. aku sering dengar kata Zero From To Hero. Dan barangkali dari buku ini yak?Aku kira ini buku terjemahan karena namanya houtman. :D Ternyata di Jakarta yak. Hmmm... keren lah yak. Kadang kita hanya melihat karir puncak seseorang tanpa melihat bagaimana perjuangan mereka untuk mendapat puncak tersebut.

    Caramu mereview buku bagus deh. Sukaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh aku salah. #malu
      ternyata judul bukunya zero to zero yak.
      Keseringan tau 'zero to hero'
      Maafkan yaaa

      Hapus
    2. Houtman ini juga berdarah minang kalo gak salah, tanah kelahiran :D. Dibalik kesuksesannya itu, ia telah meletakkan batu batu dasar yang kokoh sehinggah bisa meraih kehidupan yang sukses.

      Maakassih yaa :)

      Hapus
  6. Baru denger judul bukunya. Baru tau ada genre memoar juga :'D Buku ini juga bisa kayak buku yang memotivasi secara enggak langsung gitu ya? Menceritakan kisah hidup seseorang yang awalnya enggak tau tentang suatu hal, setelah dia pelajari akhirnya bisa.

    Oh, tadi juga sempat salah baca. Kirain dulu itu penjual gorengan. Ternyata pedagang asongan -_-

    Di review juga dijelasin, 'Mulai dari pegawai klerikal inilah Houtman belajar segalanya, belajar hingga dirinya mencapai puncak, lalu atas keputusannya, ia kembali zero.' Nah, zero di sini maksudnya apa? Ending atau ada konflik lain? Mungkin itu yang harus kita cari tau dengan membaca bukunya ya? :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dibilang begitu sih, ketika kita membacanya bisa termotivasi gitu ke diri kita. Ini buku memang bener-bener perjuangan banget, baca aja bukunya, pasti ketahuan perjuangan pak houtman ini.

      Hehe, itu sekilas ringkasan saja bro, nanti kalo gue reviewnya terlalu detil tar datengnya spoiler dong. Hahaha

      Hapus
  7. Waduh gak ada spoilernya, bikin penasaran deh. Tapi ini kayaknya cocok dibaca buat mahasiswa yang mager-mageran ya, apalagi yg baru lulus tapi maunya kerja gaji gede *ehh

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif