Selasa, 10 Januari 2017

LDK

Setelah beberapa waktu yang lalu gue diterima seleksi jadi anggota OSIS, dan sudah beberapa bulan juga anggota OSIS yang baru yang menggantikan anggota lama dilantik. Dan resmi lah gue jadi anggota OSIS bidang Berbahasa Inggris. Alhamdulillah. Waktunya kerja, kerja, dan kerja.

Nah, OSIS tahun ini mempunyai agenda, yang berkemungkinan akan menjadi agenda tahunan untuk anggota OSIS yang terpilih. Agendanya yaitu program Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Sebelumnya, gue gak tau LDK itu ngapain aja. Tapi denger kata "kepemimpinan" gue rasa ini adalah pelatihan/training kepada para siswa untuk melatih ilmu kepemimpinan siswa yang harus digali lebih dalam.

Latihan Dasar Kepemimpinan ini sejatinya akan dihelat selama 3 hari, dari tanggal 21 Desember sampai 23 Desember. 3 hari 2 malam, waktu yang gak sebentar dan gak lama menurut gue sebelumnya. Untuk peserta, pihak sekolah telah menyetujui bahwa yang akan ikut pelatihan kepemimpinan ini yaitu seluruh anggota OSIS dan dua orang dari perwakilan kelas. Jadi setelah dijelaskan kepada seluruh calon peserta tentang sistemnya, keperluan apa saja yang akan dibawa dan hal penting lainnya. LDK begins.

LDK Recap.

Day 1, 21 Desember 2016

Sebelum berangkat ke sekolah, gue melakukan persiapan dulu untuk perlengkapan dan keperluan yang akan dibawa pada saat LDK nanti. Pakaian, perlengkapan makan, alat-alat yang dibutuhkan nanti pada saat outbound LDK disaat hari terakhir nantinya.

Dijadwalkan pembukaan LDK akan dimulai pada pukul 14.00 WIB. Paginya, gue udah bangun. Gue mempersiapkan apa yang bisa gue persiapkan. Sebenernya udah dari malam sih gue prepare, mulai dua ransel yang gue rasa cukup untuk menampung barang-barang gue. Mulai dari baju putih abu-abu, baju olahraga, baju bebas buat tidur, celana panjang, dan sempp (lanjutin sendiri), dan beberapa hal keperluan gue lainnya. Saat gue packing, entah kenapa perasaan akan ketinggalan satu barang itu selalu muncul di pikiran gue.

"Ada yang lupa gak, yaa..."

"Apa yaaa, ini udah, itu udah hmm apa lagi hmm"

"APA LAGI WOY!"

Gue pun marah-marah kepada diri sendiri. Membentak diri sendiri. Kasihan diri gue dibentak sama diri gue sendiri.

Kalo udah gini, tinggal dibiarin aja dulu, entar dilanjutin lagi.

Pagi sebelum siang berangkat ke sekolah, gue membeli sarapan dulu keluar, buat ngeganjel perut. Alhamdulillah, sepiring lontong pecel mensejahterakan perut gue. Gue berhasil menjalankan demokrasi di perut gue. Abis sarapan gue lanjut packing lagi buat masukin beberapa barang yang mungkin belum gue masukan ke ransel. Setelah itu gue harus ke sekolah karena ada sedikit gotong royong dahulu sebelum kegiatan LDK dimulai. Kayaknya ini bersih-bersih ruangan kelas yang dipake buat ruangan tidur peserta LDK. Cus gue berangkat ke sekolah sama temen.

Pemandangan lain gue perhatikan di sekolah. Bentar-bentar, ini mau ngungsi apa mau LDK? Mulai dari karpet, bantal, selimut, dan banyak jenjengan tas dibawa semua. Dan juga kayak pemandangan ketika arus mudik saat mau lebaran datang. Semuanya bawa jenjengan, tak terkecuali gue. Dua buah ransel, satu bantal yang gue bawa. Gue gak bawa selimut sih, tapi sebagai pengganti gue bawa sarung yang udah gue masukin dalam ransel.

Tiba di kelas yang telah ditentukan untuk jadi ruangan menginap LDK. Cukup besar, gue mulai bereksperimen dimana gue akan tidur nantinya.

"Wuah disini yaa, ruangannya, hmmm"

Ruangan tidur ada 4 kelas. Dua kelas buat tempat tidur cewek, dua kelas buat tempat tidur cowok. Ruangannya seleretan. Kebetulan ruangan tidur gue berada paling ujung. Nah di ruangan ini juga telah diatur siapa-siapa aja yang akan tidur di kelas itu. Ada sekitar kurang lebih 20 orang yang akan menjadi teman tidur gue nantinya. Banyak yang kenal juga sih bahkan kenal dekat, lalu ada beberapa adek kelas juga yang mewakili kelasnya. Selain jadi temen sekamar, bisa juga nih nambah relasi.

Sudah pukul 14.00 namun acara pembukaan belum juga dimulai. Kayaknya ngaret lagi, lagi, dan lagi. Udah kebiasaan gini mah, misal dijanjiin acara jam 14.00, pasti gak bakalan tepat waktu dan akhirnya acara dimulai jam 15.00. Gue berencana buat ke warung dulu buat jajan, warungnya berada di luar sekolah. Gak papa lah gue jajan, abisnya pas LDK udah resmi dibuka perserta gak boleh lagi keluar halaman sekolah. Puas-puasin dulu. Gue beli setangkai es krim lalu menikmatinya seraya menunggu acara dimulai, teman-teman yang lain juga begitu. Kami menikmatinya bersama.

Jam 15.00 WIB kurang lebih, acara LDK pun dimulai. Seperti biasa, kata sambutan oleh kepala sekolah, kepala dinas pendidikan bagian SMP, SMA, dan SMK, dan sedikit pengarahan oleh beberapa guru. Sambil acara pembukaan berlangsung, snack pun datang, akhirnya, makan-makaan.

Setelah shalat ashar acara kembali dilanjutkan, tim pembimbing/trainer untuk LDK yang telah ditetapkan sekolah pun datang. Mereka adalah sebuah organisasi Winners Education yang berkembang di bidang pengembangan diri. LDK pun dimulai

Bang Ahmad Hidayat, menjadi pembicara pertama pada LDK kali ini. Setelah sesi perkenalan dari dia selesai, langsung dilanjutkan oleh materi. Lalu, kami pun disuruh untuk berhitung satu sampai sembilan, dan dari situlah kelompok akan terbentuk. Berkumpul lah peserta yang menyebutkan angka satu misalnya, bergabung dengan angka satu lainnya. Gue pun mendapat kelompok tiga karena tadinya gue menyebutkan angka tiga saat berhitung. Dan setelah pembentukan kelompok selesai, kami pun disuruh untuk menentukan nama kelompok kami. Setelah berunding, kami tetapkan bahwa kelompok kami bernama "Garuda". Lambang negara kita. Asikk.

Materi sore pun selesai. Saatnya mandi sore. Mandi sore pertama kalinya di sekolah. Dan mandi yang menurut gue gokil dan ngakak abis. Yaa taulah cowok kalo lagi mandi, apalagi bareng-bareng, kocak-kocak bangetlah kelakuannya.

"Woyyy aseeek woyyyy mandee mandeeee" sambil jebar jebur ngambil air
"Ada yang punya shampoo gaakk? Shampo gue ketinggalan nehhh" sambil mengambil shampo sachet milik temen
"Woyyy ini sempakk siapaa" sambil ngibas ngibasin sempak ke udara

Mandi yang menyenangkan ever. Pengalaman yang takkan pernah gue lupakan. Memang, gue merasakan aura mandi bareng temen-temen itu membahagiakan banget, sambil lucu-lucuan juga. Tapi coba mandi di rumah, sendiri, ga bisa diajak ngobrol, hampa.

Selepas mandi, lalu kami pun berjalan ke mushala yang kebetulan terletak di dalam sekolah. Abis shalat lanjut dengan makan malam. Lalu langsung ke lantai dua aula untuk lanjutan materi LDK malam.

Hari pertama ini materi malam selesai pada pukul 23.00 WIB lebih kurang. Para peserta pun diharapkan untuk segera memasuki ruangan tidur. Sejatinya, kalo bagi cowok yang namanya tidur cepet itu gak bisa. Cowok itu sukanya tidurnya larut, nongkrong-nongkrong gak jelas dulu baru tidur. Pokoknya ngelakuin sesuatu hal dulu baru tidur. Beda lagi sama cewek, cewek mah kalo udah cape ya mereka langsung tidur aja. Untuk nongkrong, kami memutuskan untuk nongkrong sama-sama di ruangan tidur saja, kalo diluar pasti kelihatan oleh para guru dan pembina osis, ntar di ceramahin malem-malem.

Waktu itu kan gue mau buang air kecil. Namun temen gaada yang mau diajak atau yang pengin pipis juga. Ya sudah gue pergi sendiri aja. Fyi, wc cowok di sekolah gue itu keadaannya, apalagi malam hari, bisa bikin bulu kuduk merinding. Udah gelap gaada lampu, bau lagi. Biasalah wc cowok. Pas lagi buang air kecil, perlahan gue lihat ke seluruh sudut. Hawa angin yang berhembus-hembus. Daripada gue kenapa-napa, akhirnya gue memutuskan untuk cepet-cepet kembali ke ruangan tidur. Hoah, menyeramkan.

Betapa menyenangkannya malam itu, yang ada di dalamnya macam-macam banget kayak kebun binatang. Ada yang langsung tidur lah (dikit), ada yang bawa domino, music box, ada yang main hape sambil tidur (mungkin ini lagi ngechat gebetan), yang ngeusilin temennya juga ada. Alhasil, malam pertama tidur di sekolah mengasyikkan. Banyak happy dan ketawa-ketawanya. Bener bener dah, cowok kalo udah ngumpul kelar dah, seperti biasa. Hakhakhak

Day 2, 22 Desember 2016

Hari kedua. Dan kali ini waktu subuh. Setelah dibantu oleh para guru dan pembina osis buat membangunkan para peserta, kami pun disuruh untuk bersegera ke mushalla buat menunaikan shalat subuh berjamaah. Sebenernya gue udah setting alarm sih, tapi entah kenapa bunyinya itu gak sampe ke gendang telinga gue. Setelah ganti pakaian, dan siap-siap, kami pun ambil wudhu untuk segera shalat. Adzan telah dilantunkan, iqamah telah dikumandangkan, let's pray.

Sebenernya, pagi ini dijadwalkan untuk senam pagi bersama. Namun menimbang kondisi cuaca yang tidak bersahabat, dan hujan kecil pun turun, lapangan basah, senamnya gak jadi. Haduhh dalam hati gue kecewa banget, kan asik gitu senam pagi bersama, belum lagi pas ada yang ngakak gitu gerakannya, kan bisa jadi bahan tertawaan juga. Semoga di hari terakhir cuaca bersahabat.

Kami berkumpul dan melakukan aktifitas masing-masing setelah shalat subuh. Macam-macam, ada yang berniat untuk tidur lagi, ada yang pergi mandi, dan ada juga yang udah sibuk dengan handphone masing-masing. Pemandangan yang udah biasa terjadi terlihat di stopkontak, banyak charger yang dipaksa bekerja untuk memenuhi keinginan si pemilik handphone. Dalam satu stopkontak bisa ada 5 buah chargeran dengan handphone berbeda dengan piting/sambungan tentunya.

Udah gak terasa aja jam makan pagi pun datang. Berbondong-bondonglah kami ke ruangan makan yang telah disiapkan panitia. Nasi goreng. Hmm menu pilihan dan sering milih ini kalo lagi lapar.

Abis makan pagi, langsung dilanjutkan lagi materi kepemimpinannya, kali ini pembicaranya bang Phobi Kevin, selaku pimpinan Winners Education. lambat laun hari sudah siang saja, mata mulai mengantuk, gak hanya gue aja, tapi seluruh peserta juga gitu. Mata udah berat, materi udah gak fokus lagi diperhatiin. Keknya pembicaranya peka jika peserta udah banyak yang gak fokus karena mengantuk. Bang Phobi Kevin punya cara tersendiri, dia melakukan kegiatan break dulu dari materi, semacam acara hiburan dulu biar peserta gak bosen. Ada senam otak lah, senam-senam ria, dan banyak hal lainnya.

Gak kerasa zuhur datang, pemberian materi jeda sejenak, shalat zuhur berjamaah. Setelah shalat langsung dah ngisi perut ini ke ruang makan. Makan makaan.

Sampe malam lagi gue dan peserta LDK berada di aula untuk dengerin materi. Yang enaknya ada yang gaenaknya juga ada. Yang enaknya itu pas lagi di sela-sela materi dikasih snack gitu, alhamdulillah perut gue selamat, makan-makan di sela sela materi. Nah kalo gaenaknya itu ya mata udah serasa dihuni setan, diinjek-injek sehingga mata gue terasa mau nutup sendiri aja. Untung saja para trainer/pelatih bisa mengakali nya dengan permainan permainan yang seru.

Di sela-sela pemberian materi malam itu, kembali, snack dibagi-bagi kepada peserta. Ohh, sungguh nikmatnya, seketika itulah omongan perut gue. Ya tanpa alasan, kalo udah makan snack itu rasanya bikin semangat lagi buat merhatiin materi, ya semacam moodbooster gitulah. Walau makanannya sederhana, ya bisa membahagiakan lah bagi perut gue.

Sekitar pukul 23.00 WIB lebih kurang, LDK hari itu selesai. Peserta langsung pergi ke ruangan tidur untuk beristirahat. Namun semua peserta gak langsung tidur juga, banyak aktifitas lainnya yang mereka lakukan. Contoh aja gue bareng temen gue, Dimas. Ambil handphone dari saku celana lalu ngecekin notifikasi, scrool-scrool feed instagram, ngecekin timeline twitter, ngecekin suasana facebook, dll. Ya gitu aja sih gue. Beda lagi sama yang lain. ada yang bergerombol bercengkrama entah apa yang sedang dibicarakan, musik box hidup, suasana dalam ruangan tidur udah berubah jadi konsernya DJ DJ kelas dunia macam DJ Snake, Marshmello, dan (siapa lagi ya DJ kelas dunia lainnya, gue kurang hafal juga, sih). Suasana makin hidup, bakalan pesta malam ini tjoooy! Eh tunggu liat-liat guru pembina, bisa-bisa ntar kena marah. Namun kena marah sama-sama gakpapa lah.

Setelah semuanya selesai

Musik yang tadi memekakkan telinga pun mati

Orang-orang akan persiapan tidur, mulai meletakkan bantal dan selimut

Sebagian ada yang udah tidur, sebentar lagi pasti akan dikerjain, mukanya di coret

Makin lama, yang nyoret tadi pun mengantuk, dan semuanya akhirnya tidur.

*Hening*

Day 3, 23 Desember 2016

Karna malam tidur terlalu larut, kami pun telat bangun. Shalat tahajud yang dijadwalkan pun gak jadi karena banyak yang masih tidur, pembina dan guru pun juga telat bangun. Gue pun bangun udah jam 5 lewat. Lalu bersegera mengambil peci hitam yang sengaja gue bawa buat shalat lalu bergegas ke masjid. Shalat subuh.

Cuaca kali ini memungkinkan sekali untuk senam pagi. Yeay! Dari kemaren kek gini, gue kan pengen senam. Biar badan sehat, bugar, dan roda perekonomian lancar. Berganti pakaian lah gue, memakai baju olahraga, celana training, lalu memakai sepatu olahraga. Siap menerjang gerakan-gerakan senam yang gue sendiri pun tak tau gerakannya seperti apa.

Semuanya udah baris, musik mulai dihidupkan. Raga ini mulai menirukan gerakan senam. Ke atas, bawah, ke kiri, dan kanan. Ada yang melakukan senam dengan serius, yang ngikutin senam asal gerakan, ada yang tertawa. Senam ini ternyata asik juga ya. Asik tjoy.

Hari ini tidak ada kegiatan di aula, setelah dua hari materi diberikan, kini saatnya praktek di lapangan. Outbound! Jadi kita disini banyak bermainnya. Kita dibentuk kelompok, cowok sama cewek beda. Jadi ada beberapa instruksi dari trainer untuk para peserta mengikuti.

Melatih team building, jadi di dalam satu kelompok terdapat 10 orang lebih, lalu menentukan siapa yang paling ringan dan siapa yang paling berat untuk diangkat bersama-sama. Cara mengangkatnya bukan menggendong, namun meletakkan tangan secara bersama-sama, lalu orang yang akan kita angkat naik ke atas tangan teman-teman lainnya. Waktu itu gue yang badannya paling ringan berhasil diangkat. Hahaha pengalaman yang tak terlupakan.

Outbound hari itu berjalan dengan mengasyikkan dan mengecewakan. Hari sempat hujan, terpaksa kegiatan outbound di lapangan sekolah dihentikan sementara, namun hujan yang tak kunjung reda membuat kegiatan outbound hanya sampai pada kegiatan mengangkat ember yang berisikan air lalu diangkat bersama sama menggunakan tongkat, tantangannya kelompok mengangkat ember, lalu harus menurunkannya setelah melewati garis yang telah ditentukan. By the way, kelompok kami berhasil menjadi yang kedua untuk tantangan ember tersebut. Horay

Hujan datang, peserta pergi berteduh ke kelas kelas ingin menghindari hujan. Sebenarnya kegiatan outbound masih banyak, namun hujan tak mengizinkan. Acara outbound pun selesai.

Abis shalat jum'at, gue kira kegiatan materi di aula gak ada lagi, eh jadwal materi masih ada. Mungkin pemberian materi yang terakhir. Di sela-sela pemberian materi, kami seluruhnya kedatangan narasumber yang masih ada ikatan keluarga sama Buya Hamka, sastrawan, kyai, dan penyair hebat asal Maninjau itu. Hanif Rasyid namanya. Beliau (gue panggil dia beliau karena umurnya yang sudah cukup tua). Dia menjelaskan dengan panjang lebar kisah tentang Buya Hamka. Bagaimana semangatnya ingin pergi ke negeri Mekkah dulunya, dan akhirnya seluruh orang mengenal namanya. Ada waktu sejam dan akhirnya pembicaraan bersama beliau pun usai.

Akhirnya pemberian materi dari tim trainer Winners Education pun selesai. Acara penutupan akan segera dilaksanakan. Hari terakhir ini bener bener, bener bener gak mau pulang, pengennya LDK terus. Hmm kerasa asiknya udah pas diakhir, pas awal-awal jujur aja gue males ikutan ginian. Namun setelah gue jalani, kerasa enak gitu.

Gue bisa narik kesimpulan,

"Sesuatu akan berarti dan berharga jika itu semua telah pergi atau hilang. Kita sebagai pelaku di dalamnya harus menikmati alur dan lakukan yang terbaik."


Pada pemberian materi terakhir, ada satu kegiatan yang menarik perhatian peserta. Memecahkan botol dengan tangan kosong. Ini yang ditunggu oleh para peserta LDK. Hal ini sudah dijanjikan oleh trainernya, bagi siapa yang ingin ikut, boleh menunjuk tangan. Gue gak ikut ah, males. Kata gue dalam hati.

Di sela-sela keriuhan para peserta menyaksikan peserta yang memecahkan botol, gue melihat ke layar besar di depan, gue abaikan orang yang ada di sekitar, lalu gue ambil notebook gue lalu gue mencatat sebuah quotes yang ada di layar itu.

Dalam dirimu ada sebuah kekuatan besar yang sedang tidur. Jika itu berhasil kamu bangunkan, maka dengan tubuh kecil itu kamu bisa melakukan perubahan pada dunia ini. -Phobi Kevin

Pelatihan selesai. Banyak hal yang aku pelajari dari sini, Great story at the end of 2016. 
Share:

6 komentar:

  1. Itu pas mandi bareng ma cowok2
    Ada yg ketuker g?
    Itu ug dipecahin botol apa? Kecap? Sirup? Sambal?

    BalasHapus
  2. Ditunggu Tulisan Lainnya Ya...


    Semangat Berkarya, Sukses Selalu

    BalasHapus
  3. LDKS memang seru. tapi kurang 1 ituh, kurang jerit malam. fyi, jerit malam seru banget...

    BalasHapus
  4. ini template blognya mirip kayak punyanya Deva bidadari magang ya? eh iya nggak sih.

    pinky-pinky-unyu-gimana-gituuu.

    ternyata banyak juga ya bloger yang aktif di organisasi di sekolahnya, entah itu mahasiswa atau pun pelajar. klean keren lah. bibit-bibit orang sukses semua memang suka berorganisasi.

    aku dulu, duluuuu banget, pernah ikut LDK, osis juga. cuma nggak sampe nginep-nginep gitu sih. palingan pas SD doang yang kemping sampai beberapa malam, itu juga kegiatan pramuka.
    seru banget sih yang pasti.

    BalasHapus
  5. pernah mau jadi osis tapi gagal :(

    btw komen blog ane balik ya gan...
    http://www.dimasna.com/2017/02/milkshake-favorit-gue-pop-ice-rasa-melon.html

    BalasHapus
  6. Mandi bareng adalah hal yang paling awkward . Gak ada jerit malamnya , Kurang asik nih!.

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif