Minggu, 11 Desember 2016

Jangan Banyak Alasan

Kadang gue menganggap kalo seseorang itu bisa sukses karena faktor keberuntungan semata. Orang-orang yang sukses itu gue pikir kalo dia itu sudah di "cap" dan ditakdirkan sukses sebelum ia lahir.

Tapi gue yakin, kita semua bisa sukses karena memiliki niat dan tekad yang kuat. Niat mengubah segalanya.

***

Inspirasi kembali datang dari Youtube. Siapa yang tidak tahu dengan Agung Hapsah? Seorang youtuber asal Kalimantan yang kini sudah banyak orang yang mengetahuinya dan menjadi populer. Bahkan youtuber sekelas Chandra Liow pun terkagum-kagum dengan video-video yang di unggah Agung di kanal youtubenya. Untuk umur seukuran dia, dia sudah pantas diacungi jempol, bahkan dua jempol. Gaya yang lain dari yang lain dan antimainstream membuat Agung kini banyak memiliki fans.

Dan gue salah satu fans Agung Hapsah, karena selalu memberikan karya yang inspiratif bagi yang menonton.

Seperti biasa Youtube, selalu gue anggap sebagai sebuah taman yang tiap sore selalu gue kunjungi. Rasanya kalo buka youtube itu, ada perasaan enjoy, tenang, dan rasa puas di dalam diri. Saat itu langkah gue terhenti karena melihat sebuah thumbnail videonya Agung yang tak sengaja gue lihat, dan baru saja di upload beberapa jam yang lalu. Gue klik, gue setting ke resolusi 720p dulu, lalu gue tekan tombol pause. Gue nunggu bufferingnya. Ini lah kebiasaan gue, yah sudah menjadi kebiasaan.


[Play]

Iman Usman, temennya Agung Hapsah. Iman adalah pendiri Co-Founder dari Ruangguru.com. Ia telah seringkali diundang untuk menjadi pembicara di negara-negara di dunia. Pemuda yang dulunya pernah bersekolah di Padang ini sudah banyak mendapatkan penghargaan atas prestasi-prestasi dan usahanya. Lalu apa yang membuatnya bisa sukses seperti saat ini?

youtube.com - Agung Hapsah

Are you believe?

Semuanya karena Harry Potter. Ya, tokoh utama yang menggunakan kacamata bulat itu.

Iman sangat menyukai Harry Potter. Ia memulai semuanya karena Harry Potter. Mulai dari menjual merchandise Harry Potter dan ia sebar melalui website pribadinya. Dan karena sang tokoh idolanya itulah, Iman mulai mempelajari Bahasa Inggris.

Iman memulai dengan mulai menerjemahkan novel Harry Potter yang setebal itu ke Bahasa Indonesia. Waktu itu belum ada novel terjemahan ke Bahasa Indonesia dan Iman mau tak mau harus menerjemahkannya ke bahasa Indonesi. Dengan bantuan kamus, ia mulai mengenal dan memahami kata demi kata. Disanalah awal mulanya Iman meniatkan diri untuk lebih dalam belajar Bahasa Inggris hingga yang dulunya aksen Iman kedengaran biasa-biasa saja, namun kini bertahap mulai berkembang pesat dan terdengar seperti aksen orang luar kebanyakan. 

Wajar saja, ia sangat berani tampil di podium PBB untuk berbicara tentang pemuda. Dan menjadi pembicara termuda dari Indonesia, 19 tahun. Bisa kebayang gak itu bangganya minta ampun? Disana berjejeran para petinggi-petinggi dan wakil dunia semua. Tapi Iman dengan kegigihannya berhasil berbicara di hadapan banyak orang disana. Di usia 19 tahun kebanyakan para pemuda Indonesia udah ngapain aja ya? 

Kalo udah ngomong gini, gue juga teringat dengan pemain muda berbakat Manchester United, Marcus Rushford, 19 tahun, sudah bermain di klub sebesar Manchester United. Mendapat gaji per pekannya kurang lebih 400 juta. Dan kembali lagi pertanyaan gue, usia 19 tahun di kebanyakan pemuda Indonesia udah ngapain aja? Masih galau sebagai remaja? Maybe.

Itu semua berkat niat, tekad, dan usaha yang lebih untuk meraih apa yang kita mau. Kalo kita udah pasang niat dari awal, walau kita nantinya dihadang oleh rasa malas, pastinya kita akan lawan rasa malas itu dan keukeuh untuk mewujudkan mimpi kita. Contoh dua pemuda diatas bisa kita amati, kalo mereka memang mempunyai semangat juang yang tinggi, melakukan apapun untuk meraih cita-citanya walau keadaan sekitarnya tidak mendukung. Nah ini,

Jangan banyak alasan. repeat.

Bagi yang udah nonton video diatas, Iman bukanlah berasal dari daerah yang penduduknya menggunakan bahasa inggris dalam keseharian. Di Padang mungkin masih banyak orang menggunakan bahasa daerah, dan sesekali bahasa indonesia. Tapi apakah hal itu semua pemutus keinginan Iman untuk tidak mempelajari bahasa inggris? Apakah Iman ingin membuat hal itu semua akan membuyarkan usahanya dalam mempelajari bahasa inggris lebih dalam? Tidak. Dia beranggapan walaupun kita tidak berasal dari daerah perkotaan, tidak memiliki ini itu, tidak bisa baca buku ini itu, tidak mempunyai apa yang orang lain punya, kita pun berhak untuk maju, berhak untuk sukses.

Kamu bisa menunda-nunda untuk melakukan hal yang akan membawa lo ke impian lo dengan berbagai macam alasan, TETAPI,

Alasan-alasan itu semua gak akan pernah membawa kamu menjadi sukses

Sekarang apa yang kamu butuhkan? Take action, belajar, dan kejar semua mimpi kamu!

Iman dulunya hanya bisa melihat dan membaca Harry Potter dari novel, kini bisa bertemu langsung dengan sang idola. Foto bareng, impian yang terwujud karena usaha.



Mungkin saja kamu tidak bisa menjadi Iman yang selanjutnya, tentunya tak mungkin. Namun saat ini yang terpenting yang kamu lakukan mulai belajar, rancang impian mu, dan jangan banyak alasan untuk meraih mimpi.

[Stop]

Impian haruslah menyala dengan apapun yang kita miliki, meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun itu retak-retak.
― Iwan Setyawan, 9 Summers 10 Autumns
Share:

8 komentar:

  1. November tahun lalu ka iman ngisi event sebagai pembicara di acara unicef, gue pertama kalinya kenal dan tahu latar belakangnya dari event itu, iya, dia idealis banget buat bantuin temen-temen pelajar yang pengen dapet tutor berkualitas dan gampang nemuin.y, makanya dia buat ruangguru.com.

    Well. Tokoh yang satu ini emang inspiratif banget. Good post fif. :)

    BalasHapus
  2. tokoh yang patut kita contoh spiritnya

    BalasHapus
  3. yang selalu banyak alasan itu aku deh...
    baca ini kayak serasa ditampar.
    ._.

    disuruh ini, ntar....lagi ini....
    disuruh itu, ntaaar....lagi itu....

    hahahhaha

    BalasHapus
  4. wah keren ya diumur segitu udah jago banget, malu gue yang umurnya doiatas dia tapi kemampuan masih segini hih

    BalasHapus
  5. 19 tahun udah bisa sesukses itu....salut!

    BalasHapus
  6. Keren nih, aku udh nontn sblumnya..
    Btw, follback blogku bang :D

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif