Jumat, 07 Oktober 2016

Haluan Goes to School, 6 Menit Bisa Jadi Penulis



Ceritanya waktu itu, sekolah gue diundang dalam acara Haluan Goes to School, yaitu acara yang bertemakan tentang penyuluhan tentang kepenulisan dan kepemimpinan dari surat kabar daerah Padang, Haluan, 24 September 2016. Dan dari sepuluh siswa yang diutus untuk pergi ke acara itu, gue adalah salah satunya. Dengan minat yang cukup lumayan dalam bidang Jurnalistik dan suka nulis di blog, gue pun sangat antusias untuk segera mengikutinya. Sebenarnya bukan diutus sih, tetapi pihak osis mendata ke kelas-kelas siapa saja yang ingin ikut. Ehe

Nah acara Haluan Goes to School sendiri diadakan di SMA. N 2 Lubuk Basung, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari sekolah gue. Gue bersama rombongan satu sekolah dan satu guru pendamping, dan tancap gas dengan bus sekolah. Cuss...

Setelah sampainya di lokasi berlangsung nya acara, ternyata rombongan sekolah gue yang pertama datang. Etdah. Bangku-bangku aulanya masih kosong, dan beberapa pihak terkait dibantu oleh anggota osis disana membantu untuk mengatur ruangan, seperti mengatur sound system, dan lainnya.
Sebelum masuk ke dalam aula, gue bersama teman-teman lainnya tanda tangan absen dulu, tanda tangan di kartu nikah bareng kamu nya nanti.

Kira-kira jam 09.00 WIB, acara dimulai. Diawali dengan kata sambutan oleh perwakilan Haluan, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kab. Agam, Kepala Sekolah SMA. N 2 Lubuk Basung, dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh siswa.

Dimulai lah acaranya, pembicaranya sendiri dari wartawan Haluan, bang Juli Ishaq. Yang ia sendiri bertugas di bidang Pengadilan untuk memburu berita seperti kasus korupsi, perceraian, dan hal lain yang menyangkut dengan hukum. Di sesi seminar ini, ia menjelaskan bagaimana menulis berita dengan baik, bagaimana mengatur lay-out dengan struktur-struktur berita yang pas, dan teknik-teknik kepenulisan yang baik. Disini ia juga meluangkan waktu bagi siswa yang ingin bertanya.

Dilanjut lagi dengan pembicaranya oleh bang Denni, yang juga salah satu wartawan Harian Haluan. bang Denni mengawali pembicaraan dengan membawakan cerita yang bikin satu aula terpukau dengan keahliannya bercerita, dengan mimik dan wajahnya yang sangat menghayati.

Nah, disinlah gue takjub dengan "6 menit bisa jadi penulis". Gue kira waktu 6 menit ini gue bisa jadi penulis handal, yang bukunya udah berbaris rapi di rak best seller, rupanya apa yang gue bayangkan sama sekali tidak seperti yang bang Denni ajarkan. Ia memiliki tips tersendiri di waktu 6 menit itu.

"KALIAN MAU JADI PENULISSSS?"

"MAUU" jawab peserta serentak

"HANYA DENGAN 6 MENIT!"

Seketika yang ada di aula diam, takjub.

Jadi caranya gini, ada beberapa tumpukan koran. Terus diambil helai per helai lalu disobek-sobek hingga kecil. Nah koran yang udah disobek tadi banyak terdapat kata tuh. Jadi kami disuruh untuk memilih acak 5 kata lalu dijadikan berita, cerpen, maupun puisi. Seketika setelah diinstruksikan, langsung buru-buru gue memikirkan untuk nulis. Gue sih memilih untuk nulis berita aja, bukan, bukan beberapa paragraf, tetapi cukup judul berita saja dari 5 kata acak dari koran tadi. Lalu, setelah waktu 6 menit itu habis, lalu bagi yang ingin maju kedepan untuk membacakan hasil tulisannya, dipersilahkan kedepan.

Ini sih menurut gue untuk mengasah pikiran dari kata acak yang bisa menjadi sebuah kalimat. Dengan kata acak dan waktu 6 menit, kita harus berpikir bagaimana caranya dari satu kata tersebut bisa muncul satu kalimat bahkan bisa menjadi paragraf. Boleh juga nih, akhirnya rasa penasaran gue sama 6 menit bisa jadi penulis itu bisa terpuaskan.

Intinya acara Haluan Goes to School ini memberikan ilmu-ilmu dan tips tentang jurnalistik dan teknik kepenulisan. Gue banyak belajar dari mentor-mentor wartawan yang dengan murah hati membagikan ilmu yang mereka punya kepada para siswa. Semoga ilmu ini bisa gue pelajari dan bisa bermanfaat. Apalagi kan gue suka nulis.

Setelah acara selesai, langsung nih dimuat di website Harian Haluan:

when you see it. hayo gue yang mana?
Thank you Haluan! 
Share:

12 komentar:

  1. Trus u nulis apa dalam waktu 6 menit itu?
    Ayo dong maju ke depan bacain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nulis paragraf pendek aja sih

      aa males

      Hapus
  2. Btw, di foto itu, yang pasti lu bukan yang lagi berduaan sama cewe dipojokkan itukan? Haha :))

    -jevonlevin.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan bukan broo, bukan kerjaan gue hahaha

      Hapus
  3. Enam menit? Buset. Aku nulis blog aja bisa sejam. Wakakakkk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka, bukan nulis panjang-panjang gitu lho kak beby. Nulis paragraf gitu

      Hapus
  4. Keren... tapi next, bisa di-sharing isi seminarnya, ya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih kurang detail...

      makasih udah komen yaa

      Hapus
  5. 6 menit itu mencari ide menulis atau menulis satu headline.?

    Gue gak yakin juga sih bisa menulis satu berita dengan 6 menit. Kalo satu paragraf, gue juga bisa. Teknik tadi itu paling ampuh kalo kita lagi writer block, jadi kita milih kata yang bisa jadi tema utama. Gue pernah baca di blog shitlicious deh keknya, mirip beginilah teknik untuk mencari ide.

    Jadi, sebenarnya ide itu ada di sekitar kita. kitanya aja yang gak peka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya bang, nulis satu deadline aja sih hehe. Mungkin disuruh 6 menit supaya siswa termotivasi kayaknya

      Hapus
  6. Cuma enam menit?
    Wihh ngeriii :')
    Bagiku itu cepet banget.

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif