Senin, 15 Agustus 2016

Filosofi Memotret

Images by: Picjumbo

Kau tahu salah satu hal yang dapat abadi di permukaan bumi ini selain tulisan?

Ya Memotret.


***


Teman baru gue itu bernama kamera. Dia telah menjadi teman gue, sepertinya sudah menjadi teman akrab gue setelah gue pinang beberapa bulan yang lalu, beberapa bulan sebelum almarhum Papa meninggal. Meskipun "meminang" dalam artian bukan gue beli dari hasil duit sendiri. Namun, ada satu hal yang saat ini, masih terganjal dan gue sendiri merasa menyesal, disaat kamera yang gue idam-idamkan sejak dulu itu sudah ada, gue gak bisa mengabadikan momen foto-foto bareng Papa. Ada sih sempat waktu itu gue memotret Papa bareng Mama yang lagi duduk di ruangan keluarga. Entah mengapa hanya momen itu yang dapat gue abadikan, selebihnya, he left, dia sudah tidak ada lagi. 

Meskipun begitu, alhamdulillah gue masih menyimpan satu kenangan yang gue abadikan di kamera gue tersebut. Sebuah momen itu hanya sekejap terjadi, tak bisa kau ulang, kan replay, tapi bisa kau abadikan.

Dalam benak terpikir oleh gue, kamera sudah ada, kan sayang kalo cuman gue pake buat foto-foto pas pergi kondangan doang, nah gue pun menetapkan niat yang mantap untuk menekuni fotografi. Sewaktu kecil sudah terkagum-kagum melihat sepupu, yang notabene usianya lebih jauh dari gue, punya perlengkapan/gear kamera yang cukup keren menurut gue. Waktu itu gue belum mendalami dunia fotografi sih, hanya sekedar kagum saja. Kan keren juga tuh pergi kemana-mana nenteng-nenteng kamera, tripod, dan lainnya. Dan sepengetahuan gue, kalo jadi fotografer bisa akrab sama model-model cantik, ehe. Ups ini pemikiran gue disaat sudah besar ini ya, bukan waktu kecil dulu. Hehe. Boro-boro mau akrab sama para model, keahlian fotografi saja masih cupu. Tapi gue yakin step by step will done.

Di dalam dunia fotografi ada banyak macam genre, mulai dari yang gue tau yaitu Potrait/Human Interest, Landscape, Macro, Sport, Street, dan lainnya. Kalo gue sih masih belum bisa untuk mengkategorikan diri gue di genre yang mana. Soalnya belajar macam-macam genre fotografi itu asik-asik semua, jadi saat ini gue mengkategorikan diri gue ke dalam genre Random photography, motret ngasal yang penting bagus, gue potret deh. Tapi Potrait photography boleh juga lah ya, biar jadi akrab sama model seperti yang gue bilang diatas. Ups modus.

Biasanya untuk menekuni fotografi untuk pemula dibilang gak susah-susah amat kok. Coba-coba aja dulu teknik memegang kamera yang baik, nanti diteruskan ke teknik yang lebih mendalam lagi. Lalu coba aja motret objek-objek yang random gitu, setting ke mode auto dulu untuk awalnya. Gue sih dulunya gitu, akibat sering motret ngasal akhirnya ketagihan deh. Lalu lambat laun gue coba untuk setting ke mode M/Manual dan perlahan saat ini gue udah paham dengan konsep Segitiga Eksposure (ISO, Shutter Speed, Aperture), lebih lengkapnya tentang segitiga eksposure googling aja ya, enteng kok nyari informasi sekarang. Ngehe.

Nah untung mengabadikan dan menampung karya-karya yang gue potret, awalnya sih gue menggunakan platform berbagi foto Instagram untuk memajang foto yang gue potret. Gue mengupload ke akun pribadi Instagram gue. Namun gue berpikiran juga kalo di akun peribadi gue yang itu cuman buat foto-foto keseharian, random, dan gue rasa gak cocok buat majang potretan yang terkonsep. Untuk itu gue membuat sebuah akun baru yang dikhususkan untuk memajang potretan gue yang terkonsep saja, dan gue beri username motretasal, yang gak jauh-jauh dari gue yang sering foto ngasal,




Sebelumnya sih gue udah bikin akun yang dikhususkan buat fotografi yang terkonsep saja, namun entah kenapa pas gue mau login ke Instagram, eh malah gak bisa dibuka. Yasudah tanpa pikir panjang gue bikin aja yang baru, jadilah akun motretasal. Yoho jadi lebih semangat lagi buat motretin hal yang gue suka. Yang udah liat akunnya boleh deh di follow. Ngiklan satu detik.

Untuk peralatan, gue make merk Canon 1200D. Kamera canon yang ajib buat pemula kayak gue. Gue rasa cukuplah untuk menggunakan kamera bertipe ini untuk belajar-belajar fotografi. Worth it

Tapi apapun itu, kalo memang berniat untuk menekuni seni jepret-jepret ini gak masalah tentang kamera dslr, kamera handphone, kamera pocket, dan kamera lainnya. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung kita dapat mengkondisikan sebuah kamera untuk memotret suatu momen sehingga momen itu menarik. Yang penting take action aja, dan pergi keluar sana buat mencari momen yang bagus untuk diabadikan.

Photography is, for me, a spontaneous impulse coming from an ever attentive eye which capture the moment and its eternity. -Henri Cartier Bresson

Belajar fotografi awali saja dengan memotret hal yang kamu suka, karena fotografi itu tentang perasaan, perasaan tentang hal yang kamu inginkan untuk di potret,

Jadi menurut gue, memotret memiliki filosofi tersendiri: Perasaan dan Mengabadikan.

Dan, untuk kedepannya mungkin ada banyak momen yang antimainstrim yang pengen gue temui buat diabadikan. Ya bisa dibilang saat ini gue hobi fotografi, blogger yang menyukai fotografi. 

Yang terpenting buka mata selebar-lebarnya, lalu memotretlah, niscaya engkau akan mendapat momen yang patut dikenang.

Fotografi mengajarkan pada kita cara yang unik dalam melihat dunia dan sekaligus memberikan penyadaran baru akan segala yang ada di sekitar kita. -Daniek G. Sukarya
Share:

7 komentar:

  1. jadi yang awalnya hanya memotret pada saat kondangan sekarang sudahh menekuti fotografi yah :)

    BalasHapus
  2. memotret buat gue adalah mengabadikan momen. ga peduli gear apa, yang penting momennya dapat membeku. kepengen sih jadi pro gitu, apa daya dana gak ada buat beli gear yang canggih dan belum tentu bisa gue pake. makanya sekarang gue nyaman2 aja moto pake ponsel dan kamera prosumer. :D

    BalasHapus
  3. Gue juga suka poto-poto walau gak punya kamera mahal hahahaha, cuma pakai HP atau camdig aja

    BalasHapus
  4. Hmm, aku sedih lagi nih kalau ingat kisah ayah kamu hehe. tapi nggak papa lah, meskipun belum sempat diabadikan di kamera, tapi di hati kan beliaunya akan terus terabadikan yaa.

    ciee, mulai menekuni dunia fotografi nih. keren, lanjutkan! aku sebenarnya juga suka fotografi, tapi lebih suka ke pembuatan video aja sih. soalnya fotografi itu banyak tekniknya dan itu harus dipelajari pelan-pelan. udah gitu aku juga nggak punya kamera sekeren kamu gitu.

    BalasHapus
  5. Yep, foto abadi juga selain tulisan.

    Gue mah baru pake hape aja. Kalo teknik sih udah lumayan belajar banyak, itu juga karena dipinjemin temen kameranya. Sekarang udah mulai jarang motret karena habis vakum.

    Bisa dilihat foto-fotonya di IG gue: @ketikyoga , wkakaka maaaf malah promosi. :))

    BalasHapus
  6. Gue juga suka motret, tapi cuman pake action cam, nggak pake dslr :(. Tapi nggak apa-apa, selama masih bisa buat abadikan momen kenapa nggak hehe. Kamera lo udah cukup mempuni, tinggal belajar yang tekun biar jadi professional hehe. Cuman sekedar share sesama suka mengabadikan momen, hasil motret coba edit warnanya di Adobe Lightroom. Dijamin deh hasil foto jadi lebih keren hehe.

    BalasHapus
  7. dr pada penasaran, gue langsun gotw IG nya aja dah :D

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif