Minggu, 05 Juni 2016

Review Buku: Kopi Sumatera di Amerika

Gara-gara keranjingan menulis di blog, aku dapat beasiswa ke Amerika. Kubayangkan, aku akan tinggal di sebuah negara megah dan adidaya, tempat segala impian bisa terwujud. Namun, aku melihat sepotong kenyataan lain. Orang miskin menuntut haknya. Pengemis dan homeless masih tersisa di sudut-sudut kota. Di tengah perayaan hari kemerdekaannya, ternyata masih ada teriakan-teriakan pencarian kebebasan.
Pada saat bersamaan, aku menemukan keindahan negeriku. Kau tahu bahwa kopi andalan Starbucks adalah kopi asli Indonesia. Patut berbangga, koleksi komik RA Kosasih -sang legenda komik Indonesia -berjajar rapi di Library Congress, perpustakaan terbesar di dunia. Dan hatiku sungguh haru, saat menonton pertunjukan wayang Bali yang dipentaskan oleh seorang profesor Ohio Univeristy.
Mungkin Indonesia memang masih perlu belajar dari dunia luar. Namun jika kau mau melihat ke dalam diri, sesungguhnya kita punya kekuatan luar biasa.


***




Judul Buku: Kopi Sumatera di Amerika
Penulis: Yusran Darmawan
Penerbit: Nourabooks
Tahun Terbit: 2013
Jumlah Halaman: 251
No.ISBN: 978-602-1606-08-7
Genre: Inspirasi


Kesan Pertama

Ada secangkir kopi dengan bendera Amerika dibawah sebagai alasnya, bendera Indonesia seperti sendok untuk mengaduk kopi? Hmm... pertama kali melihat covernya background keseluruhan dipenuhi warna cokelat kehitaman, warna khas kopi pada umumnya. Lalu di tambahkan dengan kepulan asap yang mencari udara bebas dari cangkir kopi.

Masuk ke dalam buku. beberapa page di buku ini menggunakan warna cokelat sebagai latar belakang, dan ada pemandangan negeri Paman Sam seperti patung Liberty, gedung, dan menara-menara besar lainnya. Di buku ini fontnya gak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Lalu di beberapa kalimat penting, diberi bold warna cokelat untuk mempertegas.

Well i see, Kopi Sumatera di Amerika. Penulisnya Yusran Darmawan, Kompasianer of The Year 2013. Penasaran dengan ceritanya selama kuliah S-2 di Amerika?


Bagian Dalam Buku: Singkat Cerita

Berkat keranjingan nulis di Kompasiana, bisa studi di Amerika, apa yang terbayang di kepala Yusran Darmawan sebelumnya? Negara yang selama ini ia idam-idamkan untuk dapat melangkahkan kaki di negeri Paman Sam, akhirnya tercapai. Walau tidak untuk bermain main disana,rasa dahaga untuk melihat langsung keindahan negeri yang ditemukan Christopher Colombus menjadi come true. Sebelum berangkat ke Amerika, Yusran telah mempersiapkan segala bekal dan berkas-berkas untuk bisa lolos seleksi beasiswa IFP (International Fellowship Program) yang di danai Ford Fondation. Dan yang menariknya Yusran juga menyelipkan beberapa artikel nya yang pernah masuk berita utama di headline Kompasiana untuk lebih meyakinkan para juri untuk menyetujui beasiswanya.

Akhirnya pada 17 Agustus 2010, dalam sebuah pengumuman di IFP-Ford, Yusran berhasil masuk dalam 50 besar peserta yang berhasil lolos pada tahun 2010 dan menyingkirkan ratusan peserta.

Setelah itu, Yusran berangkat ke Amerika, dan disinilah perjalanan Yusran di negeri Paman Sam Dimulai.

Lalu setelah sampai di Amerika, Yusran pun membahas soal TOEFL nya yang pas-pasan tapi bisa terjaring beasiswa ke luar negeri. Dia juga menegaskan bahwa nilai TOEFL tidak bepengaruh dalam penjurian beasiswa, tetapi yang lebih bernilai itu gagasan dan keunikan yang dimiliki seseorang. Yusran mencontohkan Yohanes Surya yang tidak bisa berbahasa Inggris, akhirnya berhasil lulus summa cumlaude dengan IPK 4,00.

Disaat masuk ke Ohio University, Yusran terkejut bahwa ujian bukanlah hal yang wajib. Para mahasiswa dibolehkan memilih; (1). Ujian skripsi dan tesis, (2). Proyek Profesional, (2). Ujian Komphrehensif. Dan bahkan di tingkat sarjana tidak ada yang namanya skripsi. Setelah mencapai nilai yang lumayan, mahasiswa berhak wisuda.

Di Amerika, apakah benar negara ini tak selalu adidaya? Apakah engkau yakin masih banyak para pengemis yang duduk di emperan toko sambil menampung sebuah kotak, lalu berkata "Hey, Man, can you help me two dollars?"

Apa benar Jepang akan "menikam" Amerika nantinya lewat keindahan Sakura?

Jika memegang patung John Harvard, apakah benar 51% setelah memegang bagian sepatunya kita akan diterima di Harvard University, universitas terkemuka di dunia itu?



Pendapat Gue Tentang Buku Ini

Jujur saja, gue tertarik untuk membeli buku ini karna ada kata "Amerika" di bagian judul. Mengapa gue tertarik dengan kata Amerika? Gue penasaran dengan negara yang satu ini. Negara yang katanya super power dan megah di dunia. Rupanya ada satu penulis asal Indonesia yang mengulik cerita tentang Amerika, Yusran Darmawan, yang pada saat itu sedang menjalani kuliah di University Ohio. Nah, selain kuliah di Athens, Ohio, Yusran juga menemukan berbagai hal unik yang ia temukan di negeri Paman Sam, which is budaya, politik, sosial, pandangan tentang pertanian, dll yang ia ceritakan melalui buku ini. Di buku ini Yusran juga menuliskan gagasan dan pendapatnya tentang sebuah fenomena yang lalu mengaitkannya dengan berbagai peristiwa. Gagasan dan pendapatnya itu pada kalimat buku diberi bold supaya lebih pembaca merasakan penekanannya. Gue suka dengan pembahasannya tentang dunia politik dan sosial, maklum gue suka pelajaran sosial, disaat orang-orang membahas tentang Indonesia-Amerika misalnya, gue tertarik untuk memfokuskan pendengaran. Apakah nantinya kuliah gue di HI? Masih rencana.

Di buku ini terpapar dinamika-dinamika yang sebenarnya. Dengan membaca dinamika-dinamika yang dituliskan oleh Yusran, kita belajar bahwa sebenernya persepsi kita tidak selalu benar dan tidak selalu salah. Kita akan menemukan realita yang sebenarnya. Dan juga di buku ini terdapat fakta-fakta lain seputar Indonesia di mata masyarakat Amerika

And well, Yusran Darmawan berhasil merangkai, mengeksplor, dan memaparkan kejadian menarik di Amerika dan ada kaitannya dengan Indonesia. Seperti judulnya, Kopi Sumatera di Amerika, buku yang menarik untuk dibaca.


Quote Menarik Dalam Buku Ini

"Sebab keajaiban tak akan hadir pada mereka yang hanya bisa berpangku tangan, mereka yang hanya menunggu, mereka yang hanya memelihara pesimisme sehingga tak mau melakukan apapun. Keajaiban adalah milik mereka yang menyingsingkan lengan baju untuk melakukan sesuatu dan berani menebar jaring harapan."
Share:

25 komentar:

  1. Baru mau bilang, sepertinya buku yang ditulis oleh Yusran Darmawan Alumni Universitas Hasanuddin (UNHAS). Ehh... ternyata benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener ia pernah kuliah di unhas dulunya

      Hapus
  2. Wah boleh nih....
    Gue pengen juga baca buku kayak gini, yg nyeritain suatu negara dari sudut pandang indonesia. Dan harapannya sih, sehabis baca bku ini, bsa nulis serta nerbitin buju juga. Hahhah
    Eh, tpi gue baru tau klo kopi andalannya starbucks itu dri kopi indonesia? Itu beneran?
    maklum jg sih, seumur" blom prnh ke kedai kopi itu. Whehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gue juga suka tipe buku beginian bro, bukunya secara gak langsung membuat kita open minded :D

      Gue juga belum pernah ke starbak -_-

      Hapus
  3. baca reviewnya aja bagus, penasaran dengan isi keseluruhan bukunya...

    BalasHapus
  4. Wah buku bagus kayaknya nih.., berawal dari menulis bisa dapet beasiswa keluar negeri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak jalan menuju roma :D ya dengan menulis bisa saja ke luar negeri :D

      Hapus
  5. kalau baca reviewnya, kayaknya bagus nih buku..
    keren ya, bisa dapat beasiswa karena ke luar negeri karena menulis..
    saya juga mau.. :)
    pendidikan di Indonesia sama di luar sana sistemnya beda ya..
    coba Indonesia ngubah sistem pembelajarannya seperti di luar negeri sana, apa ada perubahan..
    kalau ngak ada perubahan, berarti bukan sistemnya yang salah.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kadang miris juga dengan sistem pendidikan di indonesia, hmm tapi mau gimana harus dijalani :)

      Hapus
  6. uhuy, makin mantep aja reviewnya. kayaknya makin lama elo makin hobi baca buku, ya. keren sih, gara2 passion nulis di kompasiana bisa ke amerika. inspiratif sekali! dan covernya pun menarik, bendera indonesia diatas, bendera amerika dijadikan alasan. sejenis deskripsi pioritas, dimana amerika nggak begitu dipiortiaskan kayak indonesia gitu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak tau kenapa senenng aja bikin review gini, gue pengen berbagi aja bang jev :D

      seru loh bukunya

      Hapus
  7. Klo baca review ini kayaknya bagus deh. Oh iya fif, agak lebih dipanjangin lagu deh klo review. Klo menurut gue si terlalu singkat. Menurut gue si... hihi

    Wah... Kayaknya emang jarang deh penulis yang menceritakan amerika. Negara super power gitu ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. thaank nyol, kalo dipanjangin lagi ntar spoiler dong :p

      Hapus
  8. Makin kesini makin rajin ya review bukunya, di rumah pasti ada banyak buku tuh.

    Keren juga ya karena menulis lalu dapat beasiswa ke negara adidaya, negara yang dulu (dan sekarang) disebut sebagai tanah impian. Inspiratif, jadi motivasi buat kita supaya rajin nulis. Siapa tau dapat beasiswa ke luar negeri kan?

    Eh beneran tuh kuliah di Amerika gak perlu skripsi asal nilainya bagus bisa diwisuda? Beda banget sama disini yang mesti jungkir balik buat ngerjain skripsi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih dikit kok ki buku nya :D

      penasaran kan? langsung aja dapetin bukunya :D

      Hapus
  9. habis baca postinganmu aku jadi tertarik fif buat beli bukunya.
    impian menginjakkan kaki di negeri orang dan bisa terwujud, keren banget! apalagi ditambah beberapa cerita dari penulis tentang indonesia di mata amerika. penasaran euy!
    siapa tau abis baca buku ini, motivasi buat dapet beasiswa ke luar negeri semakin besar, hehehehe. pingin banget ketularan kuliah di luar negeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukunya asik dia gak membahas tentang megahnya amerika saja, tetapi ia juga membahas sisi lain dari negara tersebut

      Hapus
  10. Dari covernya aja sepertinya sudah sangat menarik perhatian ya. Apalagi judulnya juga menggambarkan banget kalau ini bakalan nyeritain sedikit negara Amerika.

    Aku juga sebenernya paling suka banget kalau baca buku yang berlatar luar negeri. Selain bisa belajar budaya sana, suadana yang digambarkan juga bikin imajinasi kita melayang ke luar negeri. Ya nggak?

    Sayang buku ini terbitan lama yaa, jadi kalau cari di gramedia kemungkinan udah nggak ada ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cari di tokbuk online aja bang, gue beli di bukabuku.com

      Hapus
  11. Paragraf awalnya udah hawa2 semangat gitu. apalagi dengan cerita merantau ke negri adidaya. gue selalu suka dengan buku ini yg menceritakan ttg semangat juang seseorang. kayaknya ini buku kudu dicari deh. walaupun agak susah hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. di tokbuk online banyak loh broh

      Hapus
  12. Kopi Sumatera di Amerika. Oke gue pingin beli karena gue suka banget buku buku yang isinya motivasi dan inspirasi macem ini, kalau people can go beyong the limit, kalau nothing is impossible. Dan dari pembahasannya gue rasa nih buku bagus buat orang orang yang kadang diliputi pesimisme macem gue ini. hehehehe..good review! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hoho, bukunya rekomendedddddd

      thanks mba meyke

      Hapus
  13. Kayaknya bagus. Ini novel berkisah tentang si penulis ya yang kuliah di Amerika? Apa gimana?

    willynana.blogspot.com

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif