Rabu, 04 Mei 2016

Review Buku: Critical Eleven, 11 Menit Yang Kritis

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah Critical Eleven, sebelas menit paling kritis dalam pesawat-tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing- karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umunya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way. I'ts kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah- delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah seseorang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan sertwa tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Baca juga Review Buku: Dilan



Judul Buku: Critical Eleven
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Jumlah Halaman: 399 halaman
No. ISBN:978-602-03-1892-9
Genre: Fiksi, Metropop


***


Kesan Pertama

Setelah gue amati buku ini dengan meraba-raba covernya, cukup kokoh juga. Covernya tebal. Ada sisipan gambar pesawat yang akan take off dan warna kebiruan langit yang menghiasi cover ini, membuat tampilan cover ini makin kece, kokoh, dan tentunya padu. Ada seonggok kata "National Bestseller" diatas nya. Tulisan berwarna putih menghiasi judul dan pengarang buku ini.

Kertas nya seperti kebanyakan novel, seratnya tebal. Soal font, gak ada masalah apa-apa sih, standar, dan cukuplah untuk novel yang cukup tebal halamannya ini. Lalu yang menarik perhatian, nomor halamannya berada di samping kanan, tidak dibawah. Dan juga, ada beberapa footnote yang menghiasi footer novel ini.


Bagian Dalam Buku: Singkat Cerita

Di dalam pesawat itu, rute Jakarta-Sydney. Seorang wanita yang duduk di kursi pesawat. Dia menyukai bandara, maksudnya dalam tanda kutip ia menyukai "suasana" di tempat pesawat berlalu lalang ini. Dia merasa, di bandara ini kita memiliki tujuan hidup. Dia juga beranggapan dengan memegang boarding pass, tujuan CKG, SIN, ORD, TTE, HKG, LGA, EWR, atau NRT. Buat Anya, bandara memiliki kenyamanan tersendiri.

Tak disangka, seseorang yang duduk di sebelah Anya adalah seorang pria. Waktu berlalu, terjadilah perbincangan antara mereka berdua. Mulai dari perbicangan tentang Coldplay, Suka Jakarta,  dan Buku, Anya pun tahu kalo nama pria tersebut adalah Ale.

Perbincangan mereka, 11 menit yang kritis. Then, what happen after they talks? 
11 menit yang kritis itu dimulai disini, apakah keputusan mereka berdua tepat? Hal terbesar yang akan mereka lalui dan jalani bersama.

Lalu siapa Harris?
Mengapa Aidan bisa pergi?




Pendapat Gue Tentang Buku Ini

Well, gue suka gaya penulisan dan gaya bahasanya. Diceritakan bolak balik dengan sudut pandang orang yang berbeda. Anya-Ale-Anya-Ale. Boleh juga lah buku kek gini, gak terlalu pusing untuk membacanya. Lalu, beberapa kalimat nya diselipi kalimat bahasa inggris, yang kadang membuat gue mangut-mangut kalo gak ngerti artinya. Ya dari sini bisalah belajar vocabulary dan nyari nya di kamus. 

Buku ini termasuk jenis MetroPop, yaitu karya sastra yang mengangkat cerita tentang masyarakat urban menengah yang tinggal di kota-kota besar dengan segala sisi kehidupannya, disajikan dengan gaya bahasa pop. Fiksi ini banyak di gemari oleh pembaca usia muda, karena kalimat-kalimat dalam genre MetroPop mudah dicerna.

Dari sini gue banyak juga belajar, hal-hal sebelum nya yang gak gue tau, abis baca buku ini jadi tau. Judul-judul buku terkemuka banyak diselipkan disini, quote romance, insprasi, dan isitilah-istilah, banyak dimuat di buku ini

Pertama kali gue nyomot buku ini dari rak gramedia, gue gak tau nama Ika Natassa, penulis buku ini. Namun, setelah melahap buku habis buku ini, gue mulai menyukai dan melirik-lirik karya-karya Ika Natassa yang lainnya, which A Very Puppy Wedding, Divortiare, Twivortiare, dan Antalogi Rasa.

Klimaks di buku ini boleh juga, membuat gue baper kalo terjadi di kehidupan gue.  Dan, kata "National Bestseller" untuk buku ini memang gak sekedar tulisan saja.


Quote Menarik Buku Ini

-Hal-hal terbaik dalam hidup justru seringnya harus melalui usaha yang lama dan menguji kesabaran dulu. 

-The best thing for being sad is learn something 
Share:

16 komentar:

  1. Waaaaaaa baru tau tentang sebelas menit kritis dalam pesawat ini, kalo dari review ini sih kayanya menarik banget bukunya, tapi mahal gak ya wkwk
    Oiya kayanya aku juga bakal review novel dilan kaya yang punya kamu itu, hehehe baru mau baca bukunya nih nanti baca yaa wkwkwk

    BalasHapus
  2. Gue baru tau 11 menit take off dan landing bener2 krusial buat keselamatan pesawat beserta penumpangnya. Well, thanks for it.

    Bukunya soal romance ya, cocok tuh buat anak remaja, dewasa juga sih. Pas anya sama ale terlibat percakapan yang intens pasti benih2 cinta muncul disitu. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. gue taunya pas baca novel itu broh, novel nya gak cuman cerita ttg cinta cintaan aja, banyak info dan ilmu yang gue raup di novel itu.

      Hapus
  3. Aaaaa aku udah pernah baca sekilas sinopsis buku ini tp belom kesampean baca bukunya.
    mungkin krn didorong basic gw sbg anak dirgantara kali ya, jadi rada penasaran gitu pengen baca gimana sih si oenulis bs ngehubungin critical eleven itu sama kisah romansa muda mudi kaum urban.
    Makasih lohhh reviewnyaaa, jd inget lg klo ini belom kecentang di readlist. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks yee, this book very recomended, apalagi ika natassa baru ngeluarin buku terbarunya, the architecture of love

      Hapus
  4. Kalau belum pernah naik pesawat ya gini,baru tau lo ada istilah tiga menit sebelum take off dan delapan menit sebelum landing.

    Dan itu juga bisa dia analogikan kedalam proses PDKT an, dalam menimbulkan kesan pertama antara keduanya, yang menentukan arah hubungan mereka.

    Aku jadii tertarik loo beli bukunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya, sebelum masuk ke bagian tengah, gak tau apa maksud 11 menit itu -_-

      Hapus
  5. Hmm seperti okeh juga bukunya.
    Betewe aman dan terkendali gak nih bacanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aman bro, pake sabuk pengaman kalo masih ragu

      Hapus
  6. hasik, makin kokoh juga nih reviewnya. baru tau gue ada 11 menit waktu krisis kayak gitu di pesawat.
    jadi setidaknya, inti ceritanya itu when strangers meet gitu ya di atas pesawat. kalau dibawa thriller asik nih, nanti pesawatmya dibajak teroris gitu. hohohoho

    BalasHapus
    Balasan
    1. garap langsung bang skenario thriller nya, hahaha

      Hapus
  7. Sepertinya menantang juga nih untuk dijadikan bahan bacaan selanjutnya kebetulan saya mau selesai nih baca bukunya yang kemarin dibelikan oleh teman saya.

    BalasHapus
  8. WIh keren ugha nih bukunya.. Kalo situ dah slesai baca, pinjemin ke gue ya haha :))

    -jevonlevin.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. gue udah siap broo, tinggal mikirin ongkir aja lu broo hahaha

      Hapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif