Rabu, 27 April 2016

Usaha Buat Ayah

Di ruang tamu ini aku sedang mengobrol dengan ayah, di ruang tamu yang tak terlalu besar, pada bagian meja terdapat vas bunga berwarna kecoklatan dan juga ada dua cangkir berisi minuman teh.  Aku duduk dengan Ayah bersebelahan. Sambil mengobrol dan menyeruput teh bersama, aku pun mengeluarkan bahan obrolan,

"Yah, kenapa ya kedua kubu taksi online dan taksi biasa itu bisa kisruh? Kan sama-sama mencari rezeki" tanya ku penasaran

"Kabarnya, kedua kubu tersebut mengalami pertengkaran karena taksi biasa memprotes taksi online karena menggunakan aplikasi, tentunya taksi online ini memberi tarif yang cukup murah, dan menggaet banyak penumpang. Kurang lebih seperti itu, nak." Ayah menjelaskan.

"Berarti, munculnya pertengkaran karena rasa iri gitu ya, yah? Kenapa taksi biasa tidak menggunakan aplikasi juga sama kayak taksi online?" tambah ku

"Nah itu masalahnya" kata Ayah.

Setelah Ayah menjelaskan itu tadi, aku pun terdiam. Untuk diketahui, aku menyukai dan seringkali penasaran setiap ada fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat. Aku juga suka membaca koran, dan dari situlah aku mendapat info terkini tentang berita apa saja yang sedang hangat diperbincangkan. Jika aku kurang mengerti akupun menanyakan kepada Ayah.

Di sela aku bermenung tadi, ayah nyeletuk, "Nak, bagaimana dengan hasil ulangan harian mata pelajaran mu? Apakah kamu mendapat nilai yang memuaskan?" Tanya ayah kepadaku

Aku diam, dan perlahan mulai menjawab, "Ummm, lumayan yah, kemaren ulangan Bahasa Indonesia dapat 95."

"Wah sedikit lagi 100, tingkatkan lagi ya, nak. Kalau bisa pada mid semester dan ujian semester nantinya nilai kamu memuaskan. Ayah ingin kamu mendapat minimal peringkat tiga besar di kelasmu. Kalo kamu mendapatkan ranking minimal tiga besar, ayah senang nak, cukup dengan itu saja kamu telah membuat hati ayah bahagia." Celetuk ayah panjang.

Aku memfokuskan mata ku ke sebuah objek, lalu membalas perkataan ayah tadi, "Baik yah, insyaallah aku usahakan, do'akan ya yah." kata ku mantap.

Hari itu di sekolah, suasana seperti biasa kelas-kelas kebanyakan, riuh. Sementara itu, ketika anak-anak di kelas lagi asyik dengan pekerjaannya, ibu guru, kebetulan juga wali kelas, bilang, "Anak-anak, ujian semester sebentar lagi akan menyapa ananda, ibu harap kalian mempersiapkan diri sematang mungkin dengan belajar yang giat." kata ibu guru. Sontak aku pun teringat perkataan ayah beberapa waktu lalu. Dengan itu, aku berniat untuk belajar giat untuk mendapat nilai yang memuaskan.

Di kamar, aku menempelkan beberapa kutipan yang menurut ku dapat memotivasi untuk belajar. Sengaja aku tempelkan di atas dinding, dan font yang aku pakai cukup besar. Dan selain itu, aku juga menempelkan beberapa poster Manchester United bersama pemainnya. Pemain favorite ku Wayne Rooney, tak seperti anak biasanya yang lebih mengidolakan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.

Aku pun mulai membuka buku, dan beberapa soal yang diberikan ibu guru sebagai pedoman ujian semester nanti. Aku berdua di kamar dengan adikku, ibuku sedang menonton sinetron favoritnya, sedangkan ayah sedang mengobrol dengan tamu di depan. Soal tentang Matematika aku dahulukan, karna menurutku pelajaran ini sulit dan aku tidak suka matematika, aku lebih suka pelajaran sosial. Lalu dilanjutkan dengan soal Fisika, Sosiologi, dan Seni Budaya. Aku cukup lelah dengan soal-soalnya, ingin melanjutkan perjalanan ku untuk tidur, tapi ku urungkan demi niatku, belajar dengan giat, dan membuat hati orang tua bangga, terutama ayah yang menginginkan ku mendapat peringkat tiga besar.

Ujian pun datang, aku pikir persiapan belajar ku sudah matang. Aku pun dengan lahap menjawab soal-soal ujian. Alhamdulillah berkat kerja kerasku, soal-soal ini tidak terlalu susah untuk dijawab. Pekan ujian pun berakhir, sekarang aku bisa santai dan menunggu hari pembagian rapor tiba.

Sepulang sekolah, aku bingung orang tidak ada dirumah, lalu si pembantu di rumah ku bilang katanya Ayah sakit, dan saat ini sedang dibawa ke rumah sakit oleh ibu dan adikku. Ayah sakit? Sakit apa? Selama ini setahuku, ayah tak pernah mengalami penyakit yang serius. Tapi itu urusan nanti, sekarang aku ingin menyusul ke rumah sakit dengan motor ku. Tiba di rumah sakit, aku pun mencari nomor kamar yang sudah di sms ibu ke handphone ku, aku sampai di kamar Melati 8, aku pun masuk.

"Ayah kenapa? Kok bisa dirawat gini?" Cemasku

"Ayah mu terkena DBD nak, dan harus dirawat." ibu menjelaskan

Aku tidak ikut classmeeting, pekan olahraga yang biasa dilakukan sekolah sehabis ujian. Aku menemani ayah bersama ibu, dan adikku. Aku membantu apa-apa yang disuruh ibu, kadang aku juga menyuapi ayah makan. Tiba-tiba nafas ayah sesak, dan kondisinya sedikit drop. Perawat pun datang untuk menangani ayah ku. Tetapi, kondisi ayahku semakin memburuk. Kata dokter virus yang menyerang ayahku sudah menyerang paru-paru, mungkin saja virus DBD yang sudah parah sudah menyerang kemana-mana. Virus kalo sudah menyerang kemana-mana sangat berbahaya. Itu yang membuat nafasnya sesak, dan juga ayah juga sering merokok. Kondisi ayah sesak nafas dan makin drop. Dokter menyuruh untuk ayahku dibawa ke ruang ICU.

Aku tak boleh masuk bersama adikku, hanya ibu yang boleh masuk. Aku menunggu dengan duduk di kursi. Beberapa keluarga ku juga sudah datang karna mendengar kabar ayah sakit. Lalu dokter keluar, dan suasana pun berubah menjadi tangisan, ada apa pikirku, dan aku disuruh masuk. Hal yang selama ini yang tidak aku inginkan terjadi, kondisi ayah yang semakin drop tidak dapat ditolong lagi. Ayah menghembuskan nafas terakhirnya dan tidak bernyawa lagi. Ibuku, aku, dan adikku meratapi kepergian ayah yang terlalu cepat. Di umur ayah yang masih cukup dibilang masih kuat, 59 tahun, sudah dipanggil oleh yang maha kuasa. Menyakitkan sekali aku yang belum sukses, tetapi ayah sudah tiada, sungguh menyakitkan.

Kepergian ayah, patah hati terbesar yang pernah ku alami...

Seminggu setelah kepergian ayah, aku pun menerima rapor. Dan hasilnya, alhamdulillah, karena belajar giat demi usaha buat ayah. aku berhasil mencapai peringkat 3. Ya peringkat tiga, seperti yang diinginkan ayah. Tetapi sayang ayah sudah pergi dari dunia ini.

Ayah pernah bilang, "Kamu harus lolos ke Universitas Indonesia, Universitas yang kamu inginkan setelah lulus SMA, dan kamu harus bisa mewujudkan mimpi mu menapaki tanah eropa seperti Inggris yang sering engkau bilang pada ayah".  Baik yah, akan ku perlihatkan kepada mu kalo aku bisa mewujudkannya

 Yah, peringkat tiga ini buat mu, yang kamu inginkan. Semoga tenang disana ya, yah.




Share:

34 komentar:

  1. Gue sedih bacanya Fif. Gue turut berduka. Pasti ayahmu bahagia melihatmu dari sana. Ranking 3 besar sesuai yang diharapkan. Biasanya, anak yang ditinggalkan ayahnya dari kecil akan lebih cepat berpikir dewasa. Terutama laki-laki, karena siap tidak siap harus menggantikan peran ayah di dalam keluarga. Moga-moga GA-nya menang ya bro..

    BalasHapus
  2. yaarabb, :')
    aku bacanya baper...
    ayahmu pergi... aku turut berduka, ya... semoga beliau diterima amal baiknya :) aamiin
    alhamdulillah, kamu bisa wujudin keinginan papamu. aku yakin papamu senang di sana :')
    terus belajar, ya. ayo, belajar lebih rajin. biar dapet nilai bagus dan masuk UI. biar keinginan papamu terwujud. semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yaa...

      Semoga saja gue bisa mewujudkann...

      Hapus
  3. sumpah gue merinding membaca tulisan lu arif :'(
    Turut berduka cita yah :') semoga ayah lu amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. :) tetepa semangat arif semoga bisa masuk UI sesuai dengan keinginan ayah lu

    BalasHapus
  4. turut berduka, meskipun sedih tapi banyak makna di tulisanmu :')

    BalasHapus
  5. Sedih asli :') Yang sabar ya, Fif..

    -jevonlevin.com

    BalasHapus
  6. Fit tetap semagat ya. Tiap orang memang ada masanya ditinggalkan oleh orang yang loe sayang, mungkin sekarang giliran loe. Menurut gue di umur loe yang masih SMA ini loe bisa lebih hebat dari siapa aja. Teruslah berjuang fit, masih ada mama dan adik2 loe yang harus leo bahagiakan. Oh iya, gue mau ngucapin turut berduka cita atas kepergihan Ayah loe ya. Tetap semngat Fit. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngomong2, nama gue afif bro, bisa dipanggil afif, fif, pip, apip hahaha

      Makasih bro, tentunya :D

      Hapus
  7. Hmmmm.... :,(
    turut berduka cita atas kepergian sang ayahanda...
    Tetap semangat, semoga beliau diterima ditempat paling nyaman disisinya.
    Dan tetap semangat, semoga semua impian lo bisa tercapai semuanyaa...

    Dan kayaknya lo nih yg bakal menang give away nya, semoga.. :)

    BalasHapus
  8. Di awal, gue bacanya percakapan lo sama ayah lo gak terlalu kenapa-kenapa. Tapi, pas ending dengan kalimat yg sama dan lo jawab fif. Bulu kuduk gue getar semua.

    Nafas gue mulai gak teratur. Gue mulai membayangkan betapa patah hatinya dirimu harus melalui proses panjang kehidupan ini tanpa Seorang Ayah. Tapi, apapun itu Fif. Jalan masih panjang untuk bisa membuktikan bahwa lo bisa membanggakn Ayah lo.

    Di antara patah hati yang ada. AKan semakin mendewasakan lo fif. Tetap semangat dan buktikan kepada beliau kalo lo bisa jadi yg terbaik... TEnang di sana Ayah Afif...:'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi pangeran, sekarang gue harus membiasakan hidup tanpa seorang ayah...
      Semoga tercapai deh semua keinginan gue, tentunya keinginan sang almarhum..

      Makasih pangeran..~

      Hapus
  9. Ada beberapa salah tanda baca dan typo = kemaren itu harusnya kemarin :)
    Mudah2an menang yaaa

    endingnya bikin sedih, ga nyangka si ayah harus pergi begitu cepat, semoga cita2 untuk masuk UI tercapai
    eh ini kan hanya fiksi ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hohoo typo kadang muncul tiba-tiba :p

      Pengalaman pribadi yang gue fiksikan mba.. hehe

      Hapus
    2. Iya kadang juga gitu, pas udah publish eh ternyata typo hahahaha

      Goodluck

      Hapus
  10. sebelumnya, terimakasih sudah mengikuti giveaway pameran patah hati fif.. :)

    fif.. pastinya kalau aku baca lagi peraturan giveaway kami, kami tidak menulis peraturan cerita fiksi diperbolehkan, tapi cerita yang terjadi dan dialami sendiri. dan..
    sebelumnya aku berbela sungkawa fif.
    cerita kamu diawal terkesan let it flow, gaya khas obrolan ayah dan anak, lalu keinginan ayah yang ingin anaknya meraih juara kelas. tapi pas diakhir kamu eksekusi ceritanya, My God! aku pingin nangis fif, suer deh.. nahan air mata sih soalnya baca postinganmu ini di kantor, g enak kalau diliatin orang-orang kantor. eksekusinya hebat, bener-bener mengaduk perasaan fif..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ummm, jadi agak melenceng ya kak? Hmmm okedeh yang penting udah ikut hehehe..

      Ini sebenernya sih pengalaman pribadi yang gue fiksikan. Gak salah kan? :D. Bacanya dirumah aja mba, biar lebih kerasa ^^ daripada di kantor kan diliat sama rekan kerja kan gak enak :v

      Hapus
  11. Awal gue baca cerita ini biasa aja. Tapi... setelah endingnya bikin hati gue gelisah fif. Sedih juga gue fif.
    Tetap semangat ya fif. Gue turut berduka cita..

    O ya.. semoga cita2 lo ke tanah eropa tercapai ya. Gue yakin lo akan ke kota manchester. Gue dan lo sama, sama2 beda kayak anak lain yang suka ronaldo atau messi. Gue suka rooney dan carrick fif. Apalagi carrick. Tidak terlihat istimewa di lapangan tapi sangat berpengaruh. Sayang sepertinya kontrak tidak akan di perpanjangan. -___-

    Terus semangat ya fif...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu semangat mah gue nyol..

      Carrick mah udah tua, jadi wajar aja kontraknya dihentikan, jadi pelatih aja nanti :D

      Hapus
    2. Sip! Keep spirit..

      Iya si sering cedera, tapi gue suka aja cara maenny.. :)))

      Hapus
  12. Satu ketakutan terbesar saya adalah kehilangan seorang ayah. Beberapa kali nyaksiin temen-temen satu persatu kehingaan ayahnya, saya ikutan patah hati. Gak bisa bayangin akan seshok apa kalau saya yang jadi mereka. Atau saya di posisi mas. Bagi saya pribadi ayah itu sosok yang sentral banget.

    Turut berduka atas kepergian ayah handa ya mas, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan. Semoga keluarga bisa dikuatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin makasih atas do'anya broo, yang hidup di dunia bakalan menghadap kepadaNya suatu saat nanti

      Hapus
  13. Ini kisah nyata? Aku sedih banget bacanya :'( turut berduka ya:( jd inget alm ayah yg juga pernah punya keinginan gitu.
    kehilangan itu emg bener2 menyakitkan, bener2 patah hati yg sesungguhnya. Tp kamu sbg coaok harus kuat krn ayah kamu org yg hebat dan kamu harus seperti dia bahkan lebih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kisah nyata yang sengaja gue fiksikan :)

      makasih ya :)

      Hapus
  14. Terharu gue baca kisah lo fif inspiratif sekali.
    Gue terenyuh, i know what u feel, kehilangan gebetan, pacar, atau ttm sebab direbut orang itu gak ada apa apanya dibanding kehilangan orang yang paling kita cinta (ya siapa lagi kalo bukan kedua orang tua)
    Kadang kita sebagai anak emang terlalu naif untuk menyadari kasih sayang yang besar dari mereka.
    Turut berduka cita bro, semoga impian dan harapan lo tercapai yah
    Life must go on! Semagat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya broo terlalu naif, dan akhirnya pas dia sudah tiada, rasanya sakit ...

      thank you brooo

      Hapus
  15. Gue turut berduka atas kepergian Ayahmu, Fif. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. :')

    BalasHapus
  16. Nangis bacanyaa :'))
    Turut berduka yaaa...

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif