Kamis, 14 April 2016

Hidup Harus Tetap Berlanjut

Kata orang kita hanya hidup sementara di dunia ini. Kita hanya menumpang sementara kepada sang pencipta, menumpang "tempat" untuk hidup sementara. Kita disediakan bumi oleh tuhan untuk berbuat kebajikan selama hidup, lalu nantinya akan dipanggil ke sisiNya.

Namun, hal yang tak diinginkan, dan tak diinginkan sama sekali oleh seorang pun, terjadi ke permukaan bumi ini.

Kepergian Seseorang.

Kita tahu, kepergian seseorang yang kita cintai itu sangat menyakitkan, memilukan, dan menyedihkan bagi kita yang ditinggalkan. Hal itulah yang gue rasakan saat ini.


Jum'at, 8 April 2016, Pukul 14.10

Saat itu gue lagi dirumah sakit, kebetulan papa gue lagi dirawat dirumah sakit akibat demam berdarah atau biasa disebut dbd. Sakitnya papa gue ini udah sejak hari senin demamnya, tetapi baru dibawa dirumah sakit pas hari kamis.

Waktu siang itu, kondisi beliau makin memprihatinkan, nafas beliau sesak, dan ini kayaknya udah merembes ke penyakit pernafasan atau paru-paru. Siang itu kondisinya makin parah, lalu drop dan dibantu beberapa suster untuk menangani papa gue. Yang gue khawatirkan, 3 infus sekaligus mengelilingi papa gue. Gue hanya merenungi didekat kasur yang gue duduki, dan memikirkan hal-hal yang tidak mengenakkan terjadi kepada papa gue. Sempat papa gue meminta untuk diizinkan buat shalat jumat, tetapi dilarang oleh mama gue karna susah nantinya buat ngurus infus untuk berjalan ke masjid. Akhirnya papa gue gak jadi shalat jumat dan tetap berbaring di kasurnya.

Setelah jumat, kondisi papa gue semakin tidak mengenakkan, hampir drop, lalu dokter berkata harus dipindahkan ke ruang ICU supaya lebih intensif. Lalu dibawa lah papa gue ke ruang tersebut. Gue disuruh menunggu diluar sama keluarga lainnya. Gue berharap, gak terjadi apa-apa sama papa gue. Gue pun duduk dan menunggu

Menunggu...
Menunggu....
Lalu menunggu...

Setelah itu, hal yang selama ini gue tak pengen terjadi, hal yang selalu gue tak pengen alami sebagai seorang anak, pun terjadi, bokap atau papa gue tiada. Kondisinya sudah sangat drop dan sudah dipacu dengan alat pompa jantung, namun itu tidak dapat membantu banyak. Akhirnya papa gue meninggal dunia untuk selama-lamanya, meninggalkan seorang istri dan anak-anaknya yang gue bisa katakan belum bisa dikatakan dewasa. Takdir tak dapat ditolak, dan semuanya sudah terjadi.

Setelah itu, papa gue dibawa kerumah ibu, atau gue anggap nenek yang telah mendahului pada tahun 2013 lalu, disanalah papa gue berbaring untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan besoknya.


***

Papa gue meninggalkan satu orang isteri dan tiga orang anaknya, tugas gue selanjutnya adalah menjaga mama dan seorang adik gue seperti papa gue menjaga mereka. Gue tahu, beberapa tugas papa akan jatuh ke gue sebagai anak laki-laki. Dan ada cita-cita yang belum sempat gue buktikan kepada papa, dan insyaallah gue akan buktikan mimpi itu nantinya, amin ya allah.


Itulah yang membuat gue agak sedikit absen dalam nge-blog beberapa hari ini, dan juga gue sempat demam yang hampir mendekati demam berdarah, tetapi alhamdulillah bisa diatasi. Sekarang kondisi gue udah normal kembali. Yang pasti gue akan tetap terus semangat nge-blognya :)


Satu yang pasti, seluruh orang akan seperti itu. Kita hidup hanya menumpang didunia ini, dan nantinya kita akan dipanggil entah kapan pastinya kita dipanggil. Yang jelas, kita harus berbuat kebaikan sebanyak mungkin dan nantinya akan kita bawa ke akhirat untuk selama-lamanya. Hidup harus tetap berlanjut, harus tetap berjalan.

Selamat Jalan Pa, Semoga tenang di alam sana....

Share:

11 komentar:

  1. Gue turut berduka cita ya fif.

    BalasHapus
  2. Memang kita semua hanya hidup 1 kali dan sementara di dunia ini sebelum ajal menjemput mari kita melakukan hal-hal positif.

    Turut berduka cita atas meninggalnya papah kamu ya Afif, itu artinya giliran kamu yang harus menjaga ibu dan saudara-saudara kamu. Keep strong! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukan hal yang positif adalah hal yang mutlak :)

      Makasih kak, strong!

      Hapus
  3. I'm sorry to read this Fif.
    Yawloh semoga lo yang sabar ya. Semoga keluarga yang ditinggalkan juga bersabar.
    dan semoga papa Afif tenang berada disana, mendapat lindungan-Nya, dan surga-Nya. Aamin.

    And last but not least Faigkkkkk Afif. Semangat terus ngeblognya. bener !! Hidup harus tetap berlanjut !! \w/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang azka, amin makasih atas ucapannya

      Faigkkkkkkk

      Hapus
  4. Balasan
    1. Makasih, eh namanya agak gimana gitu ya

      Gue panggil tukang colong aja? Eh gausah deng gue jadi gak enak sama lo

      Hapus
  5. saya turut berduka cita ya mbak.. atas meninggalnya papanya.
    semoga diberi kesabaran dan ketabahan. ammiinnnn
    terus semangat.., GO FAIR

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif