Minggu, 13 Maret 2016

Pelihara, Utamakan, dan Kuasai

Bahasa merupakan hal yang paling penting dalam keseharian kita. Bahasa ini bertujuan untuk memilah huruf-huruf lalu kemudian menjadi kata-kata yang indah untuk di ucapkan. Mungkin dulunya bahasa adalah hasil kesepakatan antara orang-orang terdahulu dalam menciptakan bahasa. Bisa saja terjadi pemberian misal nama suatu benda secara spontan, lalu terbawa-bawa hingga sekarang dan akhirnya menjadi kata yang digunakan saat sekarang ini.

Kecuali kata seperti mz, baper, galau yang baru saja muncul dipermukaan baru-baru ini.

Pada hakikatnya, bahasa digunakan supaya apa yang kita ingin sampaikan kepada orang lain, dapat didengar dan di respon baik oleh si penerima pesan. Tentunya kita harus melontarkan sebuah pesan yang dapat dimengerti oleh orang lain.

Jangan kayak gini,

"Mas bakso nya sepuluh piring"
"Oke, pedes atau sedang?"
"Sedang aja mas, ntar kalo pedes saya keinget sama mantan dong, dulunya sering mesen bakso pedes pas lagi makan berdua."

Baper lagi, baper lagi

Tapi kalo gini boleh juga

"Mas bakso nya sepuluh piring"
"Oke, pedes atau sedang?"
"Pedes aja mas. Karena pedas menciptakan sesuatu yang menggelora di dalam mulut. Mulut saya bisa bergetar-getar kayak tukang bor lagi nge bor atapnya rumah mantan. Kalo saya pesennya pedes lidah ini tak henti-hentinya bilang buat nambah bakso nya si abang, jadi bisa menambah sebuah kertas yang diiming-imingi setiap orang apalagi abang."

Ini bahasa yang keren, maksa atau absurd bingit?


***

Waktu itu, gue lagi facebookan, liat-liat beranda, scrool, liat-liat beranda lagi. Dimana kalo gue lagi facebookan gak hanya chattingan doang, gue juga nge-like fanspage yang berkualitas yang memuat berita-berita yang bermanfaat. 

Ya daripada nge-like fanspage absurd yang bilang kek gini, "Jika kamu ingin melihat gambar ini bergerak, komentar "GERAK". Lalu yang bikin heran, banyak sekali orang yang melakukan hal bodoh tersebut. Absurd bener dah, apalagi gambar itu gak berformat gif, ya kalo gak berformat gif mana bisa bergerak, ekor cicak! Kecuali itu video, pak! Derrr...

Tinggalin fanspage absurd tadi, yuk lanjutin yang tadi. Jadi dengan gue nge-like fanspage-fanspage yang bermanfaat di facebook, jadi kata orang facebookan udah gak seenak dulu, dipikir-pikir lagi. 

Pas waktu itu gue baca sebuah gambar yang di posting oleh fanspage Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, jadi kurang lebih gambarnya seperti ini:

Pelihara, Utamakan, dan kuasai

See, it?
Utamakan Bahasa Indonesia, Pelihara Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Internasional.

Ada sedikit opini gue tentang gambar tersebut, yang mana inti gambar tersebut adalah tentang bahasa.

Pertama, Bahasa Indonesia. Bahasa yang mempersatukan bangsa ini dan mengantarkan negeri ini untuk merdeka dari jajahan balatentara Belanda maupun Jepang. Bahasa yang mana juga tercantum dalam Sumpah Pemuda.

"Kami putera dan puteri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia"

Bahasa Indonesia - theloadstar.co.uk
Menurut gue, IMO ya, bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa di dunia yang gue rasa pengucapannya dan untuk mempelajarinya sangat mudah. Tanpa tenses bla bla bla yang rumit itu. Pengucapannya pun mudah, lihat saja bule-bule mudah mengucapkan kata-kata dari bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang dulunya berasal dari bahasa Melayu, yang akhirnya menjadi bahasa Indonesia yang utuh, sering kita pakai dalam keseharian. 

Walau dalam keseharian gue di manapun, seperti di sekolah, di lingkungan pertemanan gue, dan lingkungan keluarga, gue menggunakan bahasa daerah, which is itu bahasa Minang. Tetapi sih, waktu pas kecil gue dibimbing dengan bahasa Indonesia, tapi lambat laun gue besar, gue udah mengenal lingkungan sekitar gue, yang mana lingkungan sekitar gue itu kebanyakan orang memakai bahasa Minang, jadinya gue terbiasa dan menggunakan bahasa sehari-hari. Untuk saat ini, gue pengen untuk membiasakan, walaupun gak intens sih, mencoba untuk menggunakan bahasa Indonesia untuk keseharian gue berkomunikasi. Semoga dengan menggunakan bahasa nasional negera kita ini, kita yang dari berbagai suku yang ada di Indonesia, tidak merasa didiskriminasi lagi. Kita bersatu dengan menggunakan bahasa ini!

Bahasa Indonesia penting, yaiyalah bahasa negara sendiri, toh.

Kedua, Bahasa Daerah. Ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke, gue yakin dan percaya ada banyak bahasa pula yang ada di pulau-pulau tersebut. Mungkin cikal bakal bahasa Indonesia dari bahasa daerah. Gue sendiri udah menguasai bahasa daerah sih, walaupun cuman satu, ya bahasa daerah gue, Minang. Ngomong sehari-hari, dan juga sesekali gue nge-twit dengan bahasa minang. Hal yang jarang sekali gue lihat temen-temen gue memakai bahasa daerah dalam menggunakan sosial media. Sesekali melestarikan bahasa daerah napa. 

Suku bangsa - kaskus.co.id
Ada juga, gue mendengar ada bahasa daerah yang hampir punah, yang katanya bahasa daerah ini udah jarang sekali digunakan orang-orang, khususnya anak-anak muda yang makin kemari makin menggunakan bahasa gwl *baca gaul* *kok gue ketularan gini* yang kian marak saja kita lihat. Ya karena makin membiasakan diri untuk menggunakan bahasa itu, jadinya bahasa daerah sendiri makin terlupakan. Tetapi buat yang masih menggunakan bahasa daerah untuk hal apapun. Big applause for you!

Bahasa Daerah, jangan sampai anak cucu kita nanti tak mengetahuinya.
 Parah bana mah kalau bahaso daerah ko kalau sampai punah. Jan lai, ndak bahaso gaul ko se  yang di pelajari do.

Ketiga, Bahasa Inggris/Bahasa Internasional lainnya. You know, without you knowing it, i use English for this sentence. Yes this sentence, you know? HAHAHA. Itu grammar gue udah rapi gak kayak anggota paskibra yang mau naikin bendera? Kalo tidak, maklumi saja.

Bahasa Internasional, memang bahasa yang udah diakui untuk bahasa resmi seantero dunia. Kamu pergi ke Thailand, ngerti bahasa inggris, masuk. Pergi ke Spanyol, ngerti bahasa inggris, masuk. Pergi ke Meksiko, ngerti dan fasih inggris, masuk. Pergi ke Mesir, ngerti bahasa inggris pula, masuk. Masuk disini yang gue maksud yaitu nyambung. Dimana kalo kita pergi ke beberapa negara tersebut, kalo kita ngomong bahasa inggris ke masyarakat setempat, gue rasa 75% orang sekitar ngerti. Memang ya, dengan bisa berbahasa inggris, kita bisa terbang ke seluruh dunia.

Kadang gue mikir juga kalo ada orang yang ngomong kayak gini, "Ngapain, sok ngomong inggris pula bla bla bla". Hey, look at me right now, in this era. English is very important,  and essential language in the world. We can connect with the world with using english for communication. Example, recently, a program from Association of South East Asian Nation, discuss and then formed a MEA. MEA meaning in Indonesia is Masyarakat Ekonomi Asean. That thing make people in Asean can connect in the sector of economic, politic, culture, and many more.

Etdah kok gue ngomong English gini, gapapa deh sekalian latihan. Tapi, kalo berantakan, koreksi ya. 

Yang bilang sok inggris, bilang apalah, itulah, gak ngerti kalau zaman sekarang udah makin berkembang. Sekarang orang-orang asing udah banyak yang menempati negara kita ini. Apalagi program MEA udah jalan, tentunya kita sebagai orang Indonesia yang memiliki pemikiran yang terbuka, harus mencoba untuk beradaptasi dengan menggunakan bahasa inggris. Ya enggak selalu pake bahasa inggris ya tak apa. Yang penting ada niat untuk mempelajari bahasa yang dapat membuat lo berkeliling dunia ini. Keliling dunia? Eh tapi kudu punya duit yang cukup juga. Ehe.

Alhamdulillah juga bagi gue yang cukup pelajaran B.Inggris di sekolah. Daripada the shit matematika.

Bahasa internasional 
Untuk bahasa negara yang lainnya, sangat dianjurkan juga seperti bahasa Jerman, Prancis, Jepang, dan masih banyak lagi. Intinya kalo kita bisa untuk memaksimalkan diri untuk menguasai bahasa-bahasa yang ada di dunia ini, sangat banyak profit yang bakalan kita dapatkan berkat keahlian kita itu.

Bahasa, sangat penting.
Bahaso, pantiang bana.
Language, is important.

 “Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri” -Pramoedya Ananta Toer
Share:

9 komentar:

  1. Fif, ketiga itu, bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing memang penting banget. Menang harus dikuasai. Dan ini jadi penilaian yang besar pada event pemilihan Duta Bahasa.

    Tapi sepertinya Kemendikbud lupa sama satu hal yang perlu dikuasai, yaitu bahasa kalbu~

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu mah elu aja yang baper dara _-

      Hapus
  2. Terus siapa dung fif yang ciptain bahasa gaul? anak gaul kan ya? hehe

    gue suka nih motto nya. emang sih gue juga keseharian menggunakan bahasa daerah terus campur dikit bahasa indonesia juga terus campur bahasa internasional juga. banyak campur nya ya hehe

    BalasHapus
  3. kalo kepepet pake bahasa tubuh :)

    BalasHapus
  4. Dari dulu sampai sekarang gue lebih cinta dan lebih sering pakai bahasa daerah sama Indonesia. Yang jadi masalah gue gak bisa-bisa bahasa linggis gimana mau pakai bhs itu coba? -______-

    BalasHapus
  5. Pedes juga ngingetin pada mantan yg waktu mutusin nyiram pake sambel hahah

    BalasHapus
  6. dengan mengusai bahasa, kita bisa menguasai dunia

    BalasHapus
  7. Bagus sekali pesan dari Kemendikbud ya--tiga serangkai yang perlu banyak dilatih :)

    BalasHapus
  8. IMO itu In My Opinion? Biasanya orang menyingkatnya dengan sebutan IMHO. Anti mainstream, ya? :D

    Salamo bumi takambang, urang pasti paralu mangecek, Insya Allah bahaso awak indak ka punah do.

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif