Sabtu, 03 Juni 2017

ASUS EeeBook E202, Laptop Tjakep Yang Kuat Tahan Lama


Apa jadinya ya kalo sekiranya komputer yang segede gaban masih kita gunakan sampai sekarang ini? Apa yang terjadi kalo enggak ada ahli yang ingin memperbaharui dengan teknologi yang terbaharukan yang kita rasakan sampe saat ini? Lo bayangin aja komputer pertama kali diciptakan gedenya hampir mengisi satu space ruangan, gila gede banget. Enggak ada nilai estetika sama sekali, dan lo bisa lihat perkembangan yang sangat sangat pesat sekarang.

Terus-terus, seorang ahli menemukan sebuah alat yang kerjaannya sama dengan komputer, namun ukurannya lebih kecil, ya bisa dibilang gak memakan tempat satu ruangan lah. Untung aja Adam Osborne lahir ke dunia, katanya sih beliau adalah penemu laptop pertama kali. Adam Osborn menciptakan sebuah alat yang kerjanya sama dengan komputer pc (personal) namun lebih kecil, ringan, dan bisa dibawa kemana-mana (portable). Namun waktu kala pertama laptop diciptakan, masih belum sekecil yang kita rasakan sekarang, bisa dibilang masih sebesar mesin ketik yang kalo kita ngetik aja ribut nya minta ampun.

Tapi bisa dimaklumkan jika penggunaan laptop saat ini sangat dibutuhkan banget. Dibandingkan penggunaan personal komputer yang enggak bisa dibawa kemana mana, orang-orang lebih memilih laptop sebagai alat ganti personal komputer. Gak hanya itu, laptop yang pada dasarnya tidak menggunakan listrik saat digunakan menambah poin plus bagi penggunanya. Pada intinya orang-orang menginginkan sebuah alat yang bisa memudahkan pekerjaannya sehari-hari. Comfortable.

Sejak era teknologi yang semakin pesat, makin kesini produk laptop yang dulunya masih lumayan besar, kini telah diperbaharui dengan ukuran yang lebih kecil dan tipis. Banyak produsen laptop yang mengeluarkan produk andalan mereka untuk dikenalkan pada masyarakat banyak. Dengan mengedepankan beberapa fitur wah di setiap tahun keluarnya laptop baru. Seperti design yang stylish dan elegant, daya tahan baterai yang cukup lama, dan tentunya salah satu yang diingin inginkan pengguna laptop, spesifikasi, seperti salah satu produk vendor ternama di dunia teknologi, ASUS. ASUS EeeBook E202.

---

ASUS EeeBook E202 merupakan laptop keluaran vendor ASUS yang salah satunya mengedepankan design yang sangat mudah dibawa kemana mana. Nah ini nih fitur yang bagoss benerr, bayangkan aja, ukurannya bahkan lebih kecil dari kertas ukuran A4! Yang mana laptop ini berdimensi 193 x 297 mm. Kalo udah kemana-mana tinggal masukin nih laptop ke tas, tinggal cus aja.


Laptop tjakep ini kayaknya harus gue ulik satu satu dah biar yang baca biar makin pada penasaran.

SPESIFIKASI

Dengan mengandalkan processor Intel Caleron N3060 Dual Core 2.16Ghz dan untuk RAM sendiri besarnya 2GB DDR 3 cukup untuk daily use penggunanya. Ditambah lagi dengan HDD besarnya 500GB siap menyimpan data-data yang lo simpan di laptop ini. Lalu laptop ini telah dilengkapi dengan port-port yang berguna nantinya untuk penggunaan dengan media lain, yaitu HDMI Micro Port, Type C USB 3.1 Port, dan Micro SD Reader, tentunya colokan USB 3.1 mudah digunakan dan dicolok ke berbagai arah oleh colokan reversible. Apa itu colokan reversible? Jadi jika kita mencolokkan kabel ke portnya, gak perlu lagi salah penempatan, jadi atas sama bawah memiliki ujung yang sama, gak perlu nambah energi colok-colok ulang. Ehe.
DESIGN

Bisa diajak jalan banget deh, kalo doi gamau lo ajak jalan, yaudah lo bawak ASUS EeeBook E202 aja. Dengan dimensi ukuran yang jalanabale dan muatable di tas or backpack lo, lo bisa bawak laptop ini kemana lo mau. Mau diajakin ngafe buat nulis juga bisa, diajakin ke kampus buat nemuin dosen bisa, buat nemenin streamingan nonton bola pas lo lagi di perjalanan juga bisa. Berat laptop ini sih 1.21 kg it means cukup ringan lah, bisa dipegang oleh satu tangan, yaiyalah. Ukuran layar 11.6 inchi dan 1366 x 768 pixel untuk resolusinya.


VARIAN WARNA

Laptop yang sudah didukung oleh versi Windows 10 dan DOS ini menghadirkan beberapa varian warna (etdah udah kayak makanan aja) buat produk yang satu ini. Yaitu Silk White, Dark Blue, Lightning Blue, and Red Rouge. Cemacem, kalo gue suka yang Dark Blue sih, kayak biru kekalem kaleman gitu dah. Btw lo suka yang warna apa?



BATTERY LIFE

Udah ukurannya lebih kecil daripada kertas A4, dan menggunakan prosesor Intel yang sangat hemat daya, dan juga mampu bertahan hingga 8 jam penggunaan! Waduw boleh juga ini, secara kalo gunain buat daily activity cukup, malah berlebih ini. Buat berjam jam nulis skripsi, dengerin lagu, main games, ataupun nonton film pas banget nih. Jadi gak susah-susah buat ngecharge lagi. Gak hanya itu, dengan menggunakan port USB 3.1 bisa ngecharge lebih cepat. Lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0. Udah baterai nya tahan lama, ngechargenya juga kuenceeeng. Wuzz. 








TOUCHPAD

Satu kata buat touchpad laptop ini, responsif! Jadi enggak perlu khawatir lagi pas scroll-scroll pake touchpad bakalan lancar, dan gak macet.


Laptop Yang Pendiam

Dengan fitur fanless design laptop yang satu ini gak akan buat orang sekitar jadi terganggu dengan suara laptop ini. Cocok bangetlah digunain disaat lagi di tempat yang ramai. Laptop gak berisik, pekerjaan selesai, hati pun senang. Si introvert yang serbaguna.

Konek Cepet ke Saluran Wi-Fi

Kadang lagi nongki-nongki di cafe, terus sambungin ke wifi, eh udah beberapa lama nunggu enggak konek konek juga. Bikin kesal juga kadang, namun pada ASUS EeeBook E202 ini telah dilengkapi teknologi Wi-Fi 802.11ac yang sangat kenceng, jadi bisa dipastikan cepet konek dan download dan berinternet ria pun jadi nyaman.

Speaker Mantep

2 Fitur audio kanan dan kiri yang mempunyai kualitas terbaik, sehingga pengalaman mendengarkan musik ataupun video bisa sangat menyenangkan. Monggo deh lo puter lagu-lagu kesayangan di laptop ini.




Kesimpulan: Karna laptop sudah dibekali dengan processor Intel Caleron, RAM 2GB DDR 3, dan penyimpanan HDD yang berjumlah 500GB membuat laptop ini layak digunakan untuk penggunaan ringan dan untuk keperluan sehari-hari. Kalo ada laptop yang kayak ginian jadi lebih nyaman buat ngerjain daily activity, seperti nulis di blog, ngerjain tugas di sekolah, atau sekedar nge-play film film dikala senggang. Apalagi dah tu batere nya tahan lama banget. Rekomended buat pengguna yang banyak melakukan pekerjaan di laptop (for daily or office activity)

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti
Share:

Kamis, 01 Juni 2017

Konsep Feed Instagram Antimainstream, Hitam Putih

Sekarang itu lagi jaman-jamannya dimana orang-orang lebih bingung mikirin caption di instagram daripada bingung mikirin nama anak. Memang sih, caption merupakan bagian yang penting juga di instagram. Karena kalo kita bisa bikin caption yang wah dimata orang, kadang orang bisa tergugah dengan caption yang kita bikin dan tak jarang berakhir dengan klik tombol like dari orang untuk foto kita. Namun ada ketentuannya juga sih menurut gue, caption sama foto lo harus sinkron lah, jangan buat caption kalimat mutiara kalo lo posting foto selfie, namun kadang orang tak banyak mikir ketentuan ini itu, semua orang berhak bikin caption apa walaupun fotonya gak ada korelasi sama sekali. Minimal jangan bikin caption yang menyinggung perasaan orang lain, apalagi menyinggung perasaan dia.

Instagram telah banyak membuat orang bingung, ya tadi, buat mikirin caption. Kalo gue sih sering juga sercing-sercing quote-quote dari tokoh terkenal, lalu gue taruh dah di caption foto, gue sendiri pun sering meletakkan caption dimana gak ada sangkut pautnya sama foto gue, random. Tapi gue beranggapan walaupun caption sama foto enggak sinkron, namun dengan quote-quote terkenal tadi yang awalnya orang enggak tau dengan caption itu jadi tau, manatau pas baca quote dari caption gue ada seseorang yang ingin ngubah dirinya menjadi lebih baik lagi, malah ada yang ingin tobat. Syukur alhamdulillah deh kalo caption yang gue taruh bermanfaat bagi orang lain.

Tapi dibanding lo bingung buat mikir caption yang bagus mending lo usaha buat hasil foto yang lo posting itu bagus dan antimainstream. Iya sih kalo caption lo keren, tapi kalo fotonya jelek? Kan percuma. Misalnya dengan sering-sering explore akun ig yang sering memposting foto-foto keren nan berkonsep, menambah ilmu tentang skill fotografi, bisa dilakukan dengan membaca artikel, majalah, ataupun membaca buku-buku fotografi.

Bicara soal feed instagram, feed berupa kumpulan foto-foto yang ada di akun instagram kita. Ada banyak macam feed orang di instagram, ada yang acak-acakan saja, ada yang fotonya vertikal dan horizontal, ada feed yang gaada dikasih caption cuma foto, ada feed yang keren dengan foto-foto landscape dan potrait, dan bahkan ada akun yang feed instagramnya gaada sama sekali alias kosong, mungkin akun baru atau bot mungkin?

Tapi ada satu model feed instagram yang keren di mata gue. Disaat orang-orang lebih memilih untuk memasukkan foto yang berwarna alias colorful, namun gue lebih terpesona dengan kemegahan foto hitam putih.

Mengapa harus foto hitam putih?

Terdapat banyak jenis foto di dunia ini, beragam bentuknya. Tapi kebanyakan foto-foto tersebut berwarna (colorful) yang mana ada banyak unsur warna yang ada di dalam foto tersebut. Mata bisa dimanjakan ketika melihat foto yang berwarna-warni, tentunya membuat kita tertarik juga karena ada banyak warna. Namun ada kalanya kita membuat sebuah foto menjadi hitam putih, cukup terlihat sederhana, simpel, namun memiliki arti yang sangat dalam.

Pernah baca quote,

When you photograph people in color, you photograph their clothes. But when you photograph people in black and white, you photograph their souls. -Ted Grant

Gue rasa ketika orang-orang membaca quote diatas, pasti langsung diem lalu bilang,"Eh iyaa juga yaaa". Foto berwarna, secara tidak langsung kita memotret warna dari pakaian mereka, namun tidak berarti juga kalo foto berwarna hanya membidik warna pakaian objek foto saja. Bagaimana kalo foto hitam putih? Warna warni ditiadakan, lenyap. Yang tinggal hanya warna hitam dan putih yang dominan. Kalo diperhatikan sekilas saja, foto hitam putih emang terlihat seperti gambar tua dan klasik. Namun dilihat secara mendalam, perhatikan baik-baik, kita telah memotret jiwa si objek, apapun jenis objek yang telah kita potret. Maksudnya memotret jiwa itu adalah dimana saat kita mencermati dengan seksama, foto hitam putih mengeluarkan kesan yang memiliki banyak makna.

                                                                                                  pexels.com

Entah memiliki kekuatan apa, dua warna ini memang memiliki magis yang kuat dalam foto. Dan gue sangat tertarik dengan foto hitam putih. Bahkan gue membuat satu akun instagram yang khusus nampung foto-foto gue yang berfilter hitam putih.

kuy di follow kuy

Mengapa gue bikin akun yang beginian? Pertama, gue suka dengan konsep foto hitam putih. Ya gimana gitu, klasik-klasik ajib aja gitu. Dan juga sarat akan makna. Kedua, gue gak mau nyampur adukin foto-foto, kalo gue masukin foto hitam putih ke akun instagram gue yang utama, feed jadi gak rapih terus amburadul, ya gue buat deh. Fyi, gue punya tiga akun instagram, muhaaaafif (utama) muhaaafif (khusus hitam putih) sama apippmotoo (khusus fotografi ala-ala gue). Akun instagram lo ada berapa?

Jadi enggak tertarik dengan foto hitam putih buat dijadiin feeds instagram? Nah ini nih alasan sederhananya:

1. Ya tadi, sarat akan makna. Coba aja liat deh, aura nya beda banget sama foto berwarna. Tenang kalo lihat foto hitam putih.

2. Antimainstream. Jarang-jarang juga lo orang bikin feed instagramnya dengan konsep foto hitam putih. Ada banyak tipe pengguna instagram di seluruh dunia, dan lo mau feeds instagram lo itu itu aja?

A post shared by ムハンマド・アフィフ (@muhaaafif) on
3. Foto hitam putih itu selalu diidentikkan foto yang selalu bisa berkomunikasi dengan visual. Yaa foto hitam putih berfokus pada teknik pencahayaan dan komposisi. Ya bisa dibilang foto hitam putih itu sederhana.

Dan terkadang foto hitam putih itu tak lekang oleh waktu. Jaman dulu foto hitam putih sangat identik banget. Dan bahkan kalo sekarang pun kita menggunakan preset hitam putih untuk foto kita yang akan diposting ke Instagram, gak masalah banget, bahkan itu lumayan keren dan jarang-jarang. Karna instagram itu soal konsep foto, seberapa unik konsep dan kerapihan feed seseorang, ya walaupun tak jarang instagram itu diidentikkan dengan caption, like, dan hastag. Yang terakhir emang bener juga sih, kita harus menggunakan hastag yang sesuai dengan foto, dan gak boleh banyak-banyak.

4. Hitam putih itu misterius, layaknya cowok-cowok kalem dan yang banyak disukai para kaum hawa. Misalnya foto silhoutte.

Foto hitam putih yang misterius yang gue maksud itu silhoutte, yang sering kita baca siluet. Bayangan hitam oleh suatu objek foto. Foto dengan konsep silhoutte bisa bertutur cerita apa yang kita bidik. Hitam putih emang punya cerita.

A post shared by ムハンマド・アフィフ (@muhaaafif) on

Awalnya gue gak ada niatan untuk membuat satu akun khusus buat foto hitam putih, namun pikiran itu terlintas saja ingin membuatnya. Juga gue bosan feed instagram yang hanya itu-itu aja, dan pada waktu itu gue melihat tab explore di instagram, lalu gue lihat sebuah foto hitam putih, gue lupa objek fotonya, dan setelah gue pikir-pikir, enak juga nih foto, dan kalo semuanya gue jadiin hitam putih, jadi deh konsep feed instagram black and white. Hoho

Untuk menambahkan filter, efek, ataupun preset hitam putihnya, bisa dengan berbagai macam cara. Langsung dari kamera, aplikasi edit foto, lightroom, ataupun langsung menggunakan fitur filter instagram. Kadang filter yang gue gunakan enggak semuanya sama, tiap foto pasti beda-beda settingannya, ya menyesuaikan dengan objek foto.

Monokrom is awesome.

Hitam putih dianggap sederhana, padahal dia menceritakan lebih banyak hal. Makanya hitam putih selalu menjadi symbol, sebab ia hidup lebih lama dari apapun yang berwarna. Semakin anda memandangnya semakin banyak hal yang diceritakannya. -Unknown

Kayaknya mau nulis banyak tentang fotografi, doain aja ya bisa mosting tentang fotografi lagi.Wasalam
Share:

Senin, 29 Mei 2017

Puasa Ramadhan

Ramadhan come again. Alarm nya yaitu iklan sirup marjan yang seolah-olah telah menjadi hal yang lumrah disaat akan mau bulan puasa.

"Kalo marjan udah tayang gini, ramadhan sudah dekat!"

"Gini nih kalo mau ramadhan, iklan sirup udah merajalela"

Eh pasti ada yang kaget kenapa gue tumben-tumbenan nulis? Biasalah karena gue juga manusia biasa, yang terkadang menekuni sesuatu namun pasti ada males malesannya. Ditambah kemaren itu akhir-akhir semester dua kemaren, yang namanya ujian lah, UKK lah, jadi gak sempet update blog lagi. Blog nya ada sih gue samperin, sembari melihat statistik. Ternyata oh ternyata postingan review pomade yang gue tulis itu masih diperingkat atas dalam daftar tulisan gue yang paling sering dikunjungi. Kayaknya konten review maknyus juga nih buat jadi bahan postingan. Tapi untuk kali ini gue gak punya pomade baru yang bisa gue buat reviewnya di blog, entar deh. Selain pomade, gue juga review buku-buku yang gue baca. Semoga review pomade dan buku di blog gue ini terus berlanjut.

Balek lagi dah ke ramadhan banyak iklan sirup tadi,

Gue berpikir, sampe kapan ya iklan sirup marjan akan menemani pra ramadhan di negeri ini? Sesekali gue berpikir iklannya gak marjan mulu deh, iklan pocari sweat aja gimana? Kan lumayan tuh lihat minuman bening seger, terus bisa lihat cewek jepang yang bening juga astagfirulloh puasa. Tapi kalo di indonesia marjan ya, kalo di luar negeri pra puasanya ada iklan apa ya?

Ramadhan 1438 H. Ramadhan di umur gue yang ke 17.

Kemaren aja, pas hari jumat (26 Mei 2017) entah kenapa gue tidak merasakan hal-hal yah wah lagi dalam menyambut bulan ramadhan. Rasanya antara bulan ramadhan mau datang dan enggak datang. Kalo dulu tuh ya gembira banget lah kalo nyambut ramadhan, keinget dulu beli banyak petasan sama kembang api buat nyambut ramadhan, padahal malamnya itu baru mau mulai taraweh belum masuk bulan ramadhan, saking senengnya. Sebuah euforia yang berbeda kalo dipikir-pikir sekarang.

Sekarang? Yang jelas gue udah enggak tinggal di rumah yang lama lagi, udah pindahan. Sekarang gue udah tinggal di salah satu kompleks di kota gue. Menurut gue, ada banyak perbedaan tinggal di rumah lama sama yang dikompleks ini, apalagi saat bulan ramadhan. Entah di komplek gue aja atau ada yang kek gini, jumlah anak-anak yang sebaya dan seumuran dengan gue itu enggak ada, enggak ada. Cumannya ada setahun dua tahun diatas gue. Enggak masalah lah, ini soal bagaimana kita beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Apa aja perbedaan yang terjadi di bulan ramadhan kali ini sama sebelumnya?

Dulu: Penyambutan bulan ramadhan yang asyique. Beli petasan beli kembang api, bulan ramadhan belum aja masuk udah hura hura.
Sekarang: Hambar, biasa saja. Bulan ramadhannya dirumah aja sambil duduk-duduk, mainin hape, cek notifikasi di hape.

Dulu: Kalo mau tarawehan, gerombolan anak-anak sebaya sama gue manggil "tarawehaan yokkk tarawehaan" mendengar itu seketika gue langsung ambil wudhu, ambil sarung, pasangin dileher, sambil megang buku agenda ramadhan. Cuss.
Sekarang: Boro-boro ada yang ngajakin, malah gue pergi sendiri, ngibrit sendiri ke masjid. Buku agenda ramadhan? Yeay itu buku sudah tidak ada lagi. Alhamdulilah, males banget ngisi buku itu sekarang. Entah buat apa gunanya, palingan di paraf doang.

Dulu: Bangun sahur, gue paling susah banget. Susah sesusahnya. trik oleh nyokap buat bangunin gue? Dah imsaaaaaaakk, gue langsung bangun, eh padahal belum imsak. Kan kesel. Mana natap nasi aja kagak keliatan, abis sahur langsung tidur, ga peduli itu perut masih berisi, sholat subuh aja banyak yang ketinggalan.
Sekarang: Alhamdulillah, entah gue yang niatin sendiri, malah kini gue yang bangunin nyokap. Dan gue bangun sebelum jam sahur. Sholat subuh? Alhamdulillah mulai gaada yang tinggal, satu dua masih ada sih.

Dulu: Puasa ramadhan dirumah bisa dibilang rame, masih ada bokap dan abang. Dirumah kompak dan lengkap deh berlima orang. Gak bisa diungkapi deh.
Sekarang: Bokap udah gak ada lagi, abang lagi di jogja kuliah. Dirumah tinggal gue, nyokap, dan adek. Biasanya sahur sama buka nya rame, eh sekarang tinggal dikit. Ada sesuatu yang ganjal yang, namun gue berusaha untuk berlapang dada.

Dulu: Dulu itu seringlah abis sahur dirumah, langsung shalat subuh berjamaah di mushala, abis itu pergi jalan-jalan santai alias marathon sesama temen dekat rumah. Gak hanya itu aja, amunisi yang kita bawa lain dan tak bukan yaitu mercon, petasan. Sembari jalan ambil korek idupin mercon. Duaarrr. Tak jarang banyak warga yang masih tidur terjaga oleh aksi jahil kami. Pernah suatu ketika orang yang punya rumah, seorang nenek-nenek, keluar dari rumah dan memarahi gue sama temen-temen. Alhasil mau gak mau kami harus pergi di sekitaran rumah nya. Yaiyalah dianya marah mercunnya dilempar ke beranda rumahnya. Gak kebayang ya dulu jailnya. Terus waktu itu, ada anak tetangga gue yang ikutan marathon abis shalat subuh, jadi dianya lagi megang mercun, terus dibakar sama dia, duaarrrr, mercunnya kagak dilempar cuman dipegang bengong, ngapain siih! Alhasil tangannya jadi memar membiru gitu, dek..dekk..kalo udah gini ya nangis deh ujung-ujungnya.
Sekarang: Abis shalat subuh dirumah, cus langsung tidur.

Dulu: It's really fun to do an antimainstream activity pas di rumah lama. Iya rumah gue yang lama enggak di perkampungan juga sih, letaknya ditepi jalan. Namun ada banyak aktifitas yang kita lakukan sembari menunggu adzan magrib (istilah beken nya saat ini ngabuburit). Mulai berenang di sungai, sepedaan (sampe balap balapan gitu), maen bola bareng yang gawangnya terinspirasi oleh sendal jepit, maen layangan yang kalo putus ngejernya seru banget. Banyak gitulah, ya maklum waktu itu masih bocah dan temen sebaya gue masih banyak enggak kayak sekarang.
Sekarang: Lah sekarang, gue lebih banyak menetap dirumah. Karena gue sekarang udah bertempat tinggal di komplek, jadi rasio buat main kayak dulu itu udah jarang banget, banget nya pake kali. Lagian usia sama temen-temen disini udah enggak mendukung lagi. Ini faktor waktu, enggak selamanya elo bisa berkutat dengan ria nya masa kecil lo. Ingat umur udah berapa, kalo udah ingat udah bahagiain ortu apa belum, kalo udah udah ada calon, kalo udah buruan jangan kayak kasus Raisa sama Keenan, yang akhirnya Raisa lebih memilih Hamish yang lebih dulu kontek dan bilang ke ortu nya Raisa buat ngelamar anaknya. Gak kebayang bagaimana perasaan Keenan yang enggak tau tau ditikung, seperti yang kita lihat kemaren, Valentino Rossi saat race GP di Le Mans, udah hampir lap-lap akhir, namun akhirnya ditikung oleh Vinales, dan yang paling ngenesnya Rossi malah jatong. Perasaan Keenan pasti gitu. Duh. Sakit. Sabar abang gue :'(

Ramadhan yang berbeda cerita setiap tahunnya. Ya itu yang gue alami. Tapi itu semua enggak akan menjadi masalah serius bagi gue dan gue akan jalani seperti biasa. Cuman gue mengaggap bahwa perlahan-lahan apa yang kita rasakan dulu lama-kelamaan akan hilang. Seperti lagunya Noah - Semua Tak Sama.

Ramadhan kali ini gue nulis beginian, apa yang terjadi ya pada tahun besok?

Akan ada saatnya dimana lo megang mercun tapi lo gak berhasrat lagi buat maeninnya. Ada saatnya lo akan ngabuburit dengan hal-hal yang lebih "quite", berdiam diri dirumah, dan memikirkan "jodoh gue sedang apa ya". Lo sudah gede, enggak bocah lagi. -Muhammad Afif

Lubuk Basung, 29 Mei 2017,
Calon Maba tahun 2018
Share:

Minggu, 28 Mei 2017

Review Buku: From Zero to Zero

"Betapa hina diri ini kurasakan ketika menerima bantuan dari para tetangga dan sanak saudara. Aku bertekad. inilah titik nol dalam kehidupanku dan aku akan melangkah maju."

Houtman Arifin berusia 18 tahun saat itu. Ayahnya dipanggil Yang Maha Kuasa dan meninggalkan utang saat dia baru saja mendapatkan pekerjaan di Citibank sebagai pegawai klerikal. Dengan tekad memperbaiki nasib, dia menolak suratan takdir bahwa pegawai strata terbawah akan menerima dana pensiun sebagai strata terbawah pula. Berbekal ijazah sekolah menangah dan nol pengalaman. Houtman bertekad mempelajari segala seluk beluk tempatnya bekerja, dunia perbankan.


***

Baca juga: Review Buku: The Arcitecture of Love



Judul Buku: From Zero to Zero
Penulis: Houtman Z. Arifin
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 221
No.ISBN: 9786029498844
Genre: Memoar


Kesan Pertama


Buku memoar pertama yang gue koleksi di rak buku. Awalnya enggak ada niatan buat beli buku ini. Waktu itu beli buku via online book store, jadi buku yang gue inginkan waktu itu stoknya lagi kosong, lalu mau enggak mau harus diganti dengan buku yang lain, lalu gue cari-cari dulu deh buku penggantinya. Akhirnya gue terhenti di buku ini, setelah baca sinopsisnya, kayaknya buku yang bagus, perjuangan seorang pemuda di dunia perbankan.

From Zero to Zero, umm maksudnya? Let's see.


Bagian dalam buku: Singkat cerita



Perjuangan dari zero dilakukan oleh Houtman ketika berusia 18 tahun, berbekal ijazah SMA, ia memulai petualangannya. Houtman pernah menjadi pegawai asongan karena dialah yang menjadi tulang punggung keluarga karena ada permasalahan ekonomi di keluarga Houtman. Houtman pun gigih bekerja sebagai pedagang asongan.

Berkat kegigihan Houtman walau menjadi pedagang asongan, ia begitu bersemangat menjalani hari-harinya. Perlahan tapi pasti Houtman mulai beranjak dari pedagang asongan hingga bisa menjadi pegawai klerikal di sebuah bank asing terkenal di Jakarta.

Mulai dari pegawai klerikal inilah Houtman belajar segalanya, belajar hingga dirinya mencapai puncak, lalu atas keputusannya, ia kembali zero.



Pendapat gue tentang buku ini: 

Buat lo yang sekarang bisa dikatakan anak muda, yang sedang mencari jati diri, atau siapapun deh yang pengen tau jika kerja keras dan kegigihan itu akan dibayar lunas nantinya dengan kesuksesan yang gemilang. Namun tentunya dibalik kesuksesan itu didahului oleh perjuangan yang melelahkan tanpa henti, tidak berhenti belajar, dan paham dengan kondisi di sekitar. Gue yakin sekali kalo seorang Houtman Z. Arifin adalah orang yang kepoan dengan hal yang bermanfaat, tidak cepet puas, pengen tau hal-hal baru yang sebelumnya tidak ia ketahui. Bayangin aja yang dulunya enggak tau tentang dunia perbankan, dengan ke kepoannya itu Houtman berhasil menjadi pejabat tinggi di Citibank wilayah Asia Pasifik. Well played, Mr. Houtman.



Sayang sang penulis, Houtman sudah meninggal dunia Desember 2012 lalu. Sebuah buku yang mengguggah persepsi gue tentang kerja keras, bahwa kerja keras itu poin utamanya. Gue jadi tergugah untuk tak berhenti belajar, mengetahui hal-hal yang bahkan enggak gue suka, namun tidak ada salahnya untuk mempelajarinya. Anak muda harus meniru habit yang satu ini, Super

Dan satu hal yang menarik di buku ini yaitu keputusan terberatnya dalam penjajakan karier di Citibank, namun satu hal yang pasti, tentang keluarga.


"Generasi muda harus baca buku ini, referensi penting dalam mencapai keberhasilan profesi dan keluarga." -Zainulbahar Noor. Mantan Dubes RI di Yordania
Share:

Kamis, 30 Maret 2017

Tidak Ada Postingan

Hidup tanpa internet, memang, gak mengenakkan banget ya.

Terhitung, bisa dikatakan 2 bulan lebih beberapa hari gue enggak nulis di blog. Biasanya di tiap bulannya bisa menghasilkan minimal 5-6 postingan. Tapi kali ini beda, enggak seperti biasanya. Liat aja, sampe saat sekarang ini bulan Maret sudah dalam tahap jalan, namun terakhir gue mosting bulan Januari, itupun hanya dua postingan. Miris sekale.

By the way, gue sudah pindah ke hati yang lain, eh maksudnya udah pindahan dari rumah yang satu ke rumah yang baru e ke e pindahan. Asli, pertengahan bulan Januari itu sibuk bangetlah, secara ya pindahan, angkat ini angkat itu, seret sini seret sana, belum lagi persiapan buat acara syukuran di rumah yang baru.

Singkat cerita acara pindahan rumah perlahan selesai, sesi angkat-angkat pun lambat laun mulai mereda, meskipun ada saja barang dari rumah yang lama yang belum kebawa. Jujur deh, kalo pindahan itu ribetnya bawa barang-barang itu, gak memandang barangnya kecil ataupun besar. Abis itu susah mikir dimana barang-barang itu nantinya akan diletakkan dimana. Ampun dah. Tapi emang deh, pindah ke suasana baru itu emang butuh usaha, kayak pindah ke hati yang baru, kita harus usaha menikmati, just enjoy it, walaupun kita tak terbiasa, namun percayalah akan ada waktunya kita menikmati semuanya.

Err...

Enak sih dirumah baru, ganti suasana. Orang-orang di sebelah rumah pun berbeda. Pemandangan di samping rumah pun keren, ada hamparan sawah yang luas. Jadi bisa deh sore-sore duduk di atas rumah atau manjat ke rooftop liat sawah yang berliuk-liuk diterbang angin. Dan masih banyak lagi.

Dari sekian banyak hal yang membuat suasana rumah baru ini asyik, ada satu hal, i think it's the important think in my life, maybe in our life.

INTERNET.

HIDUP HAMPAAAAAA TANPA INTERNETTT. Sumpah.

Jadi dirumah yang lama emang udah masang koneksi internet, lalu pas pindahan ini, gue kira bisa langsung dipindahin gitu kabel-kabel segala macamnya, namun pas melapor ke pihak telkomnya, katanya harus masang yang baru, karena koneksi internet gue yang dirumah lama masih menggunakan jaringan yang lama, dan harus beralih ke IndiHome. Okedah, gapapa lah pindah ke hati yang baru. Nah, setelah beberapa lama nunggu, minggu-minggu pun terlewati, namun pihak telkomnya belum ada tanggapan kapan mau datang kerumah untuk memasang koneksi internetnya. Kalo gak salah udah mulai bulan Januari lapor, dan lewat februari pun belum juga ada laporan gitu. Hadeh gimana ni, gue butuh kali lah koneksi internet dirumah, selain ngeblog, ada banyak hal yang dapat gue manfaatkan dengan menggunakan internet.

Gue terpaksa sabar, sabar, dan sabar

Barulah di penghujung bulan Maret ini, secercah harapan pun datang, dua orang datang menyelamatkan hidup gue. Yak, orang telkomnya dateng kerumah, lalu seketika dengan cekatan memasang koneksi internet. Jujur, hari itu gue speechless banget, gak nyangka, terharu. Uuu


Jadi gue bisa berinternet ria lagi! Hidup kembali tentram

Eh udah segitu dulu ya.
Share:

Selasa, 10 Januari 2017

LDK

Setelah beberapa waktu yang lalu gue diterima seleksi jadi anggota OSIS, dan sudah beberapa bulan juga anggota OSIS yang baru yang menggantikan anggota lama dilantik. Dan resmi lah gue jadi anggota OSIS bidang Berbahasa Inggris. Alhamdulillah. Waktunya kerja, kerja, dan kerja.

Nah, OSIS tahun ini mempunyai agenda, yang berkemungkinan akan menjadi agenda tahunan untuk anggota OSIS yang terpilih. Agendanya yaitu program Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Sebelumnya, gue gak tau LDK itu ngapain aja. Tapi denger kata "kepemimpinan" gue rasa ini adalah pelatihan/training kepada para siswa untuk melatih ilmu kepemimpinan siswa yang harus digali lebih dalam.

Latihan Dasar Kepemimpinan ini sejatinya akan dihelat selama 3 hari, dari tanggal 21 Desember sampai 23 Desember. 3 hari 2 malam, waktu yang gak sebentar dan gak lama menurut gue sebelumnya. Untuk peserta, pihak sekolah telah menyetujui bahwa yang akan ikut pelatihan kepemimpinan ini yaitu seluruh anggota OSIS dan dua orang dari perwakilan kelas. Jadi setelah dijelaskan kepada seluruh calon peserta tentang sistemnya, keperluan apa saja yang akan dibawa dan hal penting lainnya. LDK begins.

LDK Recap.

Day 1, 21 Desember 2016

Sebelum berangkat ke sekolah, gue melakukan persiapan dulu untuk perlengkapan dan keperluan yang akan dibawa pada saat LDK nanti. Pakaian, perlengkapan makan, alat-alat yang dibutuhkan nanti pada saat outbound LDK disaat hari terakhir nantinya.

Dijadwalkan pembukaan LDK akan dimulai pada pukul 14.00 WIB. Paginya, gue udah bangun. Gue mempersiapkan apa yang bisa gue persiapkan. Sebenernya udah dari malam sih gue prepare, mulai dua ransel yang gue rasa cukup untuk menampung barang-barang gue. Mulai dari baju putih abu-abu, baju olahraga, baju bebas buat tidur, celana panjang, dan sempp (lanjutin sendiri), dan beberapa hal keperluan gue lainnya. Saat gue packing, entah kenapa perasaan akan ketinggalan satu barang itu selalu muncul di pikiran gue.

"Ada yang lupa gak, yaa..."

"Apa yaaa, ini udah, itu udah hmm apa lagi hmm"

"APA LAGI WOY!"

Gue pun marah-marah kepada diri sendiri. Membentak diri sendiri. Kasihan diri gue dibentak sama diri gue sendiri.

Kalo udah gini, tinggal dibiarin aja dulu, entar dilanjutin lagi.

Pagi sebelum siang berangkat ke sekolah, gue membeli sarapan dulu keluar, buat ngeganjel perut. Alhamdulillah, sepiring lontong pecel mensejahterakan perut gue. Gue berhasil menjalankan demokrasi di perut gue. Abis sarapan gue lanjut packing lagi buat masukin beberapa barang yang mungkin belum gue masukan ke ransel. Setelah itu gue harus ke sekolah karena ada sedikit gotong royong dahulu sebelum kegiatan LDK dimulai. Kayaknya ini bersih-bersih ruangan kelas yang dipake buat ruangan tidur peserta LDK. Cus gue berangkat ke sekolah sama temen.

Pemandangan lain gue perhatikan di sekolah. Bentar-bentar, ini mau ngungsi apa mau LDK? Mulai dari karpet, bantal, selimut, dan banyak jenjengan tas dibawa semua. Dan juga kayak pemandangan ketika arus mudik saat mau lebaran datang. Semuanya bawa jenjengan, tak terkecuali gue. Dua buah ransel, satu bantal yang gue bawa. Gue gak bawa selimut sih, tapi sebagai pengganti gue bawa sarung yang udah gue masukin dalam ransel.

Tiba di kelas yang telah ditentukan untuk jadi ruangan menginap LDK. Cukup besar, gue mulai bereksperimen dimana gue akan tidur nantinya.

"Wuah disini yaa, ruangannya, hmmm"

Ruangan tidur ada 4 kelas. Dua kelas buat tempat tidur cewek, dua kelas buat tempat tidur cowok. Ruangannya seleretan. Kebetulan ruangan tidur gue berada paling ujung. Nah di ruangan ini juga telah diatur siapa-siapa aja yang akan tidur di kelas itu. Ada sekitar kurang lebih 20 orang yang akan menjadi teman tidur gue nantinya. Banyak yang kenal juga sih bahkan kenal dekat, lalu ada beberapa adek kelas juga yang mewakili kelasnya. Selain jadi temen sekamar, bisa juga nih nambah relasi.

Sudah pukul 14.00 namun acara pembukaan belum juga dimulai. Kayaknya ngaret lagi, lagi, dan lagi. Udah kebiasaan gini mah, misal dijanjiin acara jam 14.00, pasti gak bakalan tepat waktu dan akhirnya acara dimulai jam 15.00. Gue berencana buat ke warung dulu buat jajan, warungnya berada di luar sekolah. Gak papa lah gue jajan, abisnya pas LDK udah resmi dibuka perserta gak boleh lagi keluar halaman sekolah. Puas-puasin dulu. Gue beli setangkai es krim lalu menikmatinya seraya menunggu acara dimulai, teman-teman yang lain juga begitu. Kami menikmatinya bersama.

Jam 15.00 WIB kurang lebih, acara LDK pun dimulai. Seperti biasa, kata sambutan oleh kepala sekolah, kepala dinas pendidikan bagian SMP, SMA, dan SMK, dan sedikit pengarahan oleh beberapa guru. Sambil acara pembukaan berlangsung, snack pun datang, akhirnya, makan-makaan.

Setelah shalat ashar acara kembali dilanjutkan, tim pembimbing/trainer untuk LDK yang telah ditetapkan sekolah pun datang. Mereka adalah sebuah organisasi Winners Education yang berkembang di bidang pengembangan diri. LDK pun dimulai

Bang Ahmad Hidayat, menjadi pembicara pertama pada LDK kali ini. Setelah sesi perkenalan dari dia selesai, langsung dilanjutkan oleh materi. Lalu, kami pun disuruh untuk berhitung satu sampai sembilan, dan dari situlah kelompok akan terbentuk. Berkumpul lah peserta yang menyebutkan angka satu misalnya, bergabung dengan angka satu lainnya. Gue pun mendapat kelompok tiga karena tadinya gue menyebutkan angka tiga saat berhitung. Dan setelah pembentukan kelompok selesai, kami pun disuruh untuk menentukan nama kelompok kami. Setelah berunding, kami tetapkan bahwa kelompok kami bernama "Garuda". Lambang negara kita. Asikk.

Materi sore pun selesai. Saatnya mandi sore. Mandi sore pertama kalinya di sekolah. Dan mandi yang menurut gue gokil dan ngakak abis. Yaa taulah cowok kalo lagi mandi, apalagi bareng-bareng, kocak-kocak bangetlah kelakuannya.

"Woyyy aseeek woyyyy mandee mandeeee" sambil jebar jebur ngambil air
"Ada yang punya shampoo gaakk? Shampo gue ketinggalan nehhh" sambil mengambil shampo sachet milik temen
"Woyyy ini sempakk siapaa" sambil ngibas ngibasin sempak ke udara

Mandi yang menyenangkan ever. Pengalaman yang takkan pernah gue lupakan. Memang, gue merasakan aura mandi bareng temen-temen itu membahagiakan banget, sambil lucu-lucuan juga. Tapi coba mandi di rumah, sendiri, ga bisa diajak ngobrol, hampa.

Selepas mandi, lalu kami pun berjalan ke mushala yang kebetulan terletak di dalam sekolah. Abis shalat lanjut dengan makan malam. Lalu langsung ke lantai dua aula untuk lanjutan materi LDK malam.

Hari pertama ini materi malam selesai pada pukul 23.00 WIB lebih kurang. Para peserta pun diharapkan untuk segera memasuki ruangan tidur. Sejatinya, kalo bagi cowok yang namanya tidur cepet itu gak bisa. Cowok itu sukanya tidurnya larut, nongkrong-nongkrong gak jelas dulu baru tidur. Pokoknya ngelakuin sesuatu hal dulu baru tidur. Beda lagi sama cewek, cewek mah kalo udah cape ya mereka langsung tidur aja. Untuk nongkrong, kami memutuskan untuk nongkrong sama-sama di ruangan tidur saja, kalo diluar pasti kelihatan oleh para guru dan pembina osis, ntar di ceramahin malem-malem.

Waktu itu kan gue mau buang air kecil. Namun temen gaada yang mau diajak atau yang pengin pipis juga. Ya sudah gue pergi sendiri aja. Fyi, wc cowok di sekolah gue itu keadaannya, apalagi malam hari, bisa bikin bulu kuduk merinding. Udah gelap gaada lampu, bau lagi. Biasalah wc cowok. Pas lagi buang air kecil, perlahan gue lihat ke seluruh sudut. Hawa angin yang berhembus-hembus. Daripada gue kenapa-napa, akhirnya gue memutuskan untuk cepet-cepet kembali ke ruangan tidur. Hoah, menyeramkan.

Betapa menyenangkannya malam itu, yang ada di dalamnya macam-macam banget kayak kebun binatang. Ada yang langsung tidur lah (dikit), ada yang bawa domino, music box, ada yang main hape sambil tidur (mungkin ini lagi ngechat gebetan), yang ngeusilin temennya juga ada. Alhasil, malam pertama tidur di sekolah mengasyikkan. Banyak happy dan ketawa-ketawanya. Bener bener dah, cowok kalo udah ngumpul kelar dah, seperti biasa. Hakhakhak

Day 2, 22 Desember 2016

Hari kedua. Dan kali ini waktu subuh. Setelah dibantu oleh para guru dan pembina osis buat membangunkan para peserta, kami pun disuruh untuk bersegera ke mushalla buat menunaikan shalat subuh berjamaah. Sebenernya gue udah setting alarm sih, tapi entah kenapa bunyinya itu gak sampe ke gendang telinga gue. Setelah ganti pakaian, dan siap-siap, kami pun ambil wudhu untuk segera shalat. Adzan telah dilantunkan, iqamah telah dikumandangkan, let's pray.

Sebenernya, pagi ini dijadwalkan untuk senam pagi bersama. Namun menimbang kondisi cuaca yang tidak bersahabat, dan hujan kecil pun turun, lapangan basah, senamnya gak jadi. Haduhh dalam hati gue kecewa banget, kan asik gitu senam pagi bersama, belum lagi pas ada yang ngakak gitu gerakannya, kan bisa jadi bahan tertawaan juga. Semoga di hari terakhir cuaca bersahabat.

Kami berkumpul dan melakukan aktifitas masing-masing setelah shalat subuh. Macam-macam, ada yang berniat untuk tidur lagi, ada yang pergi mandi, dan ada juga yang udah sibuk dengan handphone masing-masing. Pemandangan yang udah biasa terjadi terlihat di stopkontak, banyak charger yang dipaksa bekerja untuk memenuhi keinginan si pemilik handphone. Dalam satu stopkontak bisa ada 5 buah chargeran dengan handphone berbeda dengan piting/sambungan tentunya.

Udah gak terasa aja jam makan pagi pun datang. Berbondong-bondonglah kami ke ruangan makan yang telah disiapkan panitia. Nasi goreng. Hmm menu pilihan dan sering milih ini kalo lagi lapar.

Abis makan pagi, langsung dilanjutkan lagi materi kepemimpinannya, kali ini pembicaranya bang Phobi Kevin, selaku pimpinan Winners Education. lambat laun hari sudah siang saja, mata mulai mengantuk, gak hanya gue aja, tapi seluruh peserta juga gitu. Mata udah berat, materi udah gak fokus lagi diperhatiin. Keknya pembicaranya peka jika peserta udah banyak yang gak fokus karena mengantuk. Bang Phobi Kevin punya cara tersendiri, dia melakukan kegiatan break dulu dari materi, semacam acara hiburan dulu biar peserta gak bosen. Ada senam otak lah, senam-senam ria, dan banyak hal lainnya.

Gak kerasa zuhur datang, pemberian materi jeda sejenak, shalat zuhur berjamaah. Setelah shalat langsung dah ngisi perut ini ke ruang makan. Makan makaan.

Sampe malam lagi gue dan peserta LDK berada di aula untuk dengerin materi. Yang enaknya ada yang gaenaknya juga ada. Yang enaknya itu pas lagi di sela-sela materi dikasih snack gitu, alhamdulillah perut gue selamat, makan-makan di sela sela materi. Nah kalo gaenaknya itu ya mata udah serasa dihuni setan, diinjek-injek sehingga mata gue terasa mau nutup sendiri aja. Untung saja para trainer/pelatih bisa mengakali nya dengan permainan permainan yang seru.

Di sela-sela pemberian materi malam itu, kembali, snack dibagi-bagi kepada peserta. Ohh, sungguh nikmatnya, seketika itulah omongan perut gue. Ya tanpa alasan, kalo udah makan snack itu rasanya bikin semangat lagi buat merhatiin materi, ya semacam moodbooster gitulah. Walau makanannya sederhana, ya bisa membahagiakan lah bagi perut gue.

Sekitar pukul 23.00 WIB lebih kurang, LDK hari itu selesai. Peserta langsung pergi ke ruangan tidur untuk beristirahat. Namun semua peserta gak langsung tidur juga, banyak aktifitas lainnya yang mereka lakukan. Contoh aja gue bareng temen gue, Dimas. Ambil handphone dari saku celana lalu ngecekin notifikasi, scrool-scrool feed instagram, ngecekin timeline twitter, ngecekin suasana facebook, dll. Ya gitu aja sih gue. Beda lagi sama yang lain. ada yang bergerombol bercengkrama entah apa yang sedang dibicarakan, musik box hidup, suasana dalam ruangan tidur udah berubah jadi konsernya DJ DJ kelas dunia macam DJ Snake, Marshmello, dan (siapa lagi ya DJ kelas dunia lainnya, gue kurang hafal juga, sih). Suasana makin hidup, bakalan pesta malam ini tjoooy! Eh tunggu liat-liat guru pembina, bisa-bisa ntar kena marah. Namun kena marah sama-sama gakpapa lah.

Setelah semuanya selesai

Musik yang tadi memekakkan telinga pun mati

Orang-orang akan persiapan tidur, mulai meletakkan bantal dan selimut

Sebagian ada yang udah tidur, sebentar lagi pasti akan dikerjain, mukanya di coret

Makin lama, yang nyoret tadi pun mengantuk, dan semuanya akhirnya tidur.

*Hening*

Day 3, 23 Desember 2016

Karna malam tidur terlalu larut, kami pun telat bangun. Shalat tahajud yang dijadwalkan pun gak jadi karena banyak yang masih tidur, pembina dan guru pun juga telat bangun. Gue pun bangun udah jam 5 lewat. Lalu bersegera mengambil peci hitam yang sengaja gue bawa buat shalat lalu bergegas ke masjid. Shalat subuh.

Cuaca kali ini memungkinkan sekali untuk senam pagi. Yeay! Dari kemaren kek gini, gue kan pengen senam. Biar badan sehat, bugar, dan roda perekonomian lancar. Berganti pakaian lah gue, memakai baju olahraga, celana training, lalu memakai sepatu olahraga. Siap menerjang gerakan-gerakan senam yang gue sendiri pun tak tau gerakannya seperti apa.

Semuanya udah baris, musik mulai dihidupkan. Raga ini mulai menirukan gerakan senam. Ke atas, bawah, ke kiri, dan kanan. Ada yang melakukan senam dengan serius, yang ngikutin senam asal gerakan, ada yang tertawa. Senam ini ternyata asik juga ya. Asik tjoy.

Hari ini tidak ada kegiatan di aula, setelah dua hari materi diberikan, kini saatnya praktek di lapangan. Outbound! Jadi kita disini banyak bermainnya. Kita dibentuk kelompok, cowok sama cewek beda. Jadi ada beberapa instruksi dari trainer untuk para peserta mengikuti.

Melatih team building, jadi di dalam satu kelompok terdapat 10 orang lebih, lalu menentukan siapa yang paling ringan dan siapa yang paling berat untuk diangkat bersama-sama. Cara mengangkatnya bukan menggendong, namun meletakkan tangan secara bersama-sama, lalu orang yang akan kita angkat naik ke atas tangan teman-teman lainnya. Waktu itu gue yang badannya paling ringan berhasil diangkat. Hahaha pengalaman yang tak terlupakan.

Outbound hari itu berjalan dengan mengasyikkan dan mengecewakan. Hari sempat hujan, terpaksa kegiatan outbound di lapangan sekolah dihentikan sementara, namun hujan yang tak kunjung reda membuat kegiatan outbound hanya sampai pada kegiatan mengangkat ember yang berisikan air lalu diangkat bersama sama menggunakan tongkat, tantangannya kelompok mengangkat ember, lalu harus menurunkannya setelah melewati garis yang telah ditentukan. By the way, kelompok kami berhasil menjadi yang kedua untuk tantangan ember tersebut. Horay

Hujan datang, peserta pergi berteduh ke kelas kelas ingin menghindari hujan. Sebenarnya kegiatan outbound masih banyak, namun hujan tak mengizinkan. Acara outbound pun selesai.

Abis shalat jum'at, gue kira kegiatan materi di aula gak ada lagi, eh jadwal materi masih ada. Mungkin pemberian materi yang terakhir. Di sela-sela pemberian materi, kami seluruhnya kedatangan narasumber yang masih ada ikatan keluarga sama Buya Hamka, sastrawan, kyai, dan penyair hebat asal Maninjau itu. Hanif Rasyid namanya. Beliau (gue panggil dia beliau karena umurnya yang sudah cukup tua). Dia menjelaskan dengan panjang lebar kisah tentang Buya Hamka. Bagaimana semangatnya ingin pergi ke negeri Mekkah dulunya, dan akhirnya seluruh orang mengenal namanya. Ada waktu sejam dan akhirnya pembicaraan bersama beliau pun usai.

Akhirnya pemberian materi dari tim trainer Winners Education pun selesai. Acara penutupan akan segera dilaksanakan. Hari terakhir ini bener bener, bener bener gak mau pulang, pengennya LDK terus. Hmm kerasa asiknya udah pas diakhir, pas awal-awal jujur aja gue males ikutan ginian. Namun setelah gue jalani, kerasa enak gitu.

Gue bisa narik kesimpulan,

"Sesuatu akan berarti dan berharga jika itu semua telah pergi atau hilang. Kita sebagai pelaku di dalamnya harus menikmati alur dan lakukan yang terbaik."


Pada pemberian materi terakhir, ada satu kegiatan yang menarik perhatian peserta. Memecahkan botol dengan tangan kosong. Ini yang ditunggu oleh para peserta LDK. Hal ini sudah dijanjikan oleh trainernya, bagi siapa yang ingin ikut, boleh menunjuk tangan. Gue gak ikut ah, males. Kata gue dalam hati.

Di sela-sela keriuhan para peserta menyaksikan peserta yang memecahkan botol, gue melihat ke layar besar di depan, gue abaikan orang yang ada di sekitar, lalu gue ambil notebook gue lalu gue mencatat sebuah quotes yang ada di layar itu.

Dalam dirimu ada sebuah kekuatan besar yang sedang tidur. Jika itu berhasil kamu bangunkan, maka dengan tubuh kecil itu kamu bisa melakukan perubahan pada dunia ini. -Phobi Kevin

Pelatihan selesai. Banyak hal yang aku pelajari dari sini, Great story at the end of 2016. 
Share: